Paruntu: Petani dan Nelayan Minsel Pekerja Keras

0
152

AMURANG-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel) menunjukan kepeduliannya bagi kelompok petani dan nelayan di daerah ini.

Buktinya Bupati Christiany Eugenia Paruntu dan Wakil Bupati Franky Donny Wongkar mengirim perwakilan petani dan nelayan Minsel untuk mengikuti kegiatan Pekan Nasional (Penas)Petani Nelayan ke-15 di Provinsi Banda Aceh, Sabtu (6/4).

Bupati berharap kepada peserta yang mengikuti acara tersebut, supaya seusai kegiatan dapat ‘menularkan’ ilmunya bagi seluruh nelayan dan petani di Minsel. tak lupa, ia juga memberikan apresiasi bagi semua nelayan dan petani di kabupaten berdikari cepat.

“Kalau tidak ada petani yang bekerja keras kita bisa makan apa, kalau tidak ada nelayan kita makan ikan apa. Salut untuk semua masyarakat nelayan dan petani yang sudah bekerja keras selama ini terutama dalam mensukseskan program-program pemerintah daerah,” ucap Bupati Minsel, Minggu (7/4).

Paruntu juga mempunyai harapan agar Presiden RI Joko Widodo berkesempatan mengunjungi Kabupaten Minsel. “Bentuk Kecintaan Masyarakat Petani Kabupaten Minahasa Selatan kepada Presiden RI Bapak Ir Joko Widodo, semoga Presiden bersedia berkunjung untuk menyaksikan langsung keberhasilan pembangunan pertanian di daerah kami,” tandasnya.

Penas Petani Nelayan ke-15 di Provinsi Banda Aceh dihadiri langsung Presiden Jokowi. Pembukaan kegiatan ini berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, Gampong Lhong Raya.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengatakan bahwa, pemerintah saat ini terus membangun infrastruktur pertanian, mulai dari waduk, embung, hingga irigasi sekunder dan tersier. Tujuannya adalah adanya ketersediaan air yang memadai untuk pertanian. “Pertanian itu kuncinya di air, kalau airnya enggak ada darimana kita mau menanam?,” kata Presiden Jokowi dikutip dari laman resmi Kantor Staf Presiden.

Presiden Jokowi mengatakan, sebanyak 49 waduk besar yang tersebar mulai dari Sabang sampai Merauke saat ini tengah dibangun. Presiden juga memerintahkan Menteri Pertanian dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk membangun embung-embung kecil.

Selain itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman pun menjanjikan pembangunan irigasi sekunder dan tersier akan tuntas tahun ini sebagaimana yang dijanjikannya pada 3 tahun yang lalu. “Bagaimana masalah irigasi sekunder tersier? Menteri Pertanian menyampaikan sampai saat ini sudah mencapai 3 juta hektare, betul Pak Menteri? Saya belum menghitung, Pak Menteri sudah menghitung. Kalau kurang, awas,” kata Presiden Jokowi. Pada kesempatan tersebut Presiden Jokowi juga mengingatkan kepada gubernur, walikota, dan bupati untuk mulai mencari tanaman-tanaman unggulan di daerahnya yang memiliki harga jual yang tinggi.()

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here