BERKUNJUNG ke Kabupaten Minahasa Selatan tak akan lengkap jika Anda tidak jalan-jalan melihat sisa-sisa peninggalan sejarah di daerah ini. Salah satu lokasi yang wajib Anda kunjungi yaitu Benteng Portugis yang berada di Kecamatan Amurang, tepatnya di Keluarahan Uwuran Satu.

 

Benteng Portugis yang dibangun sekitar tahun 1512 oleh bangsa Portugis merupakan saksi sejarah perkembangan Amurang dan sekitarnya.

 

Bangunan kokoh yang bertinggi sekitar 3 meter adalah bukti kedigdayaan bangsa Portugis pada masa itu.

Konon, bangunan yang memiki bentuk setengah lingkaran ini, dibangun untuk melindungi keberadaan mereka dari ancaman para perompak.

 

Hal ini bukan tanpa alasan, daerah Amurang mempunyai posisi yang sangat strategis lantaran lokasinya berada di bibir pantai selain itu memiliki hasil alam yang melimpah seperti rempah-rempah.

 

Sejak awalnya dibangun pada tahun 1512, Benteng Portugis berdirih megah di areal lahan seluas 3 hektare dan perlu diketahui bahwa bangunan yang ada sekarang hanya ‘sebagian kecil’  yang pernah dibangun bangsa Portugis tempo dulu.

 

Situs sejarah ini juga berbentuk bulatan penuh, namun karena mengalami banyak serangan terutama dari Bangsa Belanda, benteng tersebut tersisa setengah bulatan batu yang berbentuk huruf ‘D’.

 

Menurut masyarakat setempat di benteng ini dulunya terdapat enam buah meriam peninggalan Portugis. Selain itu di dalam benteng terdapat barak, kapel atau gereja kecil dan gudang militer.

 

Enam buah meriam ditaruh tepat menghadap Teluk Amurang. Ini dimaksudkan meriam-meriam tersebut siap menghalau musuh yang datang dari arah utara

 

Di bawah benteng terdapat ruangan-ruangan yang saling terhubung satu sama lain. Bahkan masyarkat percaya ada ada jalan dari lokasi benteng menuju gereja GMIM Syaloom Sentrum Amurang.

 

Benteng Portugis di Amurang ini bisa dijadikan sebagai jejak sejarah perjalanan panjang orang Minahasa. Beberapa jejak sejarah itu, selain terlihat dari kehadiran Benteng, juga bisa ditemui dari berbagai benda peninggalan bangsa Eropa yang sering ditemui warga ketika melakukan penggalian.

 

Untuk mencapai lokasi ini perlu waktu 1 sampai 1 jam 30 menit dari Ibukota Manado. Tak perlu repot-repot bagi Anda untuk menjangkau tempat ini, karena letaknya tepat berada di pemukiman warga dan Pasar Amurang/Pusat Kota Amurang.

 

"/>

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here