4.279 Bandar Narkoba Dibunuh, Duterte Tidak Gentar Terhadap HAM

0
762

LIPUTAN15.COM–Hebat. Itu kata cocok buat Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Dia tidak pernah gentar dengan  kritikan yang diberikan oleh pakar hak asasi manusia PBB, Diego Garcia-Sayan.

Diego Garcia-Sayan yang merupakan pelapor khusus tentang independensi hakim dan pengacara sebelumnya mengungkapkan, penyataan Presiden Filipina kepada mantan hakim agung Maria Lourdes dinilai sebagai “serangan ganas” di peradilan.

Rekan-rekan Sereno memutuskan untuk mengeluarkannya pada bulan lalu, tak lama usai Duterte secara terbuka menyebut wanita itu “musuh” dan menuntut pemecatannya dengan cepat.”Beri tahu dia [Garcia-Sayan] jangan ikut campur atas urusan di negara saya. Dia pergi saja ke neraka,” ungkap Duterte di hadapan awak media di Manila, seperti dikutip CNN Indonesia.com

“Dia [Garcia-Sayan] bukan orang penting dan saya tidak kenal jabatan khusus yang ia sandang,” lanjut Duterte.

Duterte juga bersikeras tidak memiliki keterkaitan dengan pemecatan Sereno. Presiden 73 tahun tersebut telah menjalankan ‘perang’ secara terbuka terhadap para bandar narkoba di seluruh penjuru negeri itu sejak 2016.

Sejumlah penentang kebijakan Duterte pun telah dipecat, dihukum, atau diancam. Polisi mengatakan, pihaknya telah membunuh 4.279 pelaku pengedaran narkoba dalam kampanye anti-narkoba yang mereka jalankan.

Namun pihak aktivis hak asasi manusia menilai angka yang sesungguhnya terjadi adalah tiga kali lipat lebih besar dari yang dilaporkan pemerintah.

Sereno adalah salah satu hakim yang mendukung hak asasi manusia dan pengkritik terhadap kebijakan Duterte ‘membantai’ para pelaku yang terlibat narkoba. Kritikan tersebut membuat Duterte geram dan melontarkan ‘ancaman’.

Pakar PBB soal HAM, Diego Garcia-Sayan mengatakan pada Jumat (1/6) lalu, ancaman terbuka Presiden Rodrigo Duterte kepada Sereno menimbulkan ‘dampak menakutkan’ pada kolega hakim tersebut di peradilan.

“Penggunaan bahasa yang menghina seperti itu, mengirimkan pesan jelas kepada seluruh hakim di Filipina: dalam perang narkoba ini, pilihanmu adalah di sisi saya atau jadi musuh saya.” ungkapnya.

"/>

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here