26 Tewas Dalam Bom Mobil

0
420

LIPUTAN15.COM–Taliban kembali berduka. Sebuah bom mobil menewaskan sedikitnya 26 orang di sebuah pertemuan pasukan bersenjata Taliban dan Afghanistan di Nangarhar, Sabtu (16/6). Seperti dilansir dari CNNIndonesia.com

Padahal, tentara dan gerilyawan di wilayah lain di negara itu tengah merayakan gencatan senjata Idul Fitri yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Puluhan militan Taliban yang tak bersenjata sebelumnya telah memasuki Kabul, ibu kota Afghanistan dan kota-kota lain untuk merayakan Idu Fitri. Tentara dan militan bahkan saling bertukar pelukan dan mengambil swafoto di ponsel pintar mereka.

Namun, di beberapa provinsi, para pemberontak membawa peluncur roket, granat dan amunisi lainnya. Attaullah Khogyani, juru bicara Gubernur Provinsi Nangarhar, membenarkan bahwa sebuah bom mobil bertanggung jawab atas serangan di kota Ghazi Aminullah Khan, di jalan utama Torkham-Jalalabad. Dia sebelumnya mengatakan granat roket yang harus disalahkan, alih-alih bom mobil.

Belum ada klaim tanggung jawab atas serangan itu. Afghanistan juga menghadapi pemberontakan dari Negara Islam dan jaringan Haqqani yang terkait dengan Taliban.

Taliban mengumumkan kejutan gencatan senjata tiga hari selama liburan Idul Fitri, yang dimulai pada Jumat kemarin, kecuali terhadap pasukan asing. Itu tumpang tindih dengan gencatan senjata pemerintah Afghanistan yang berlangsung hingga Rabu.

Presiden Ashraf Ghani mengatakan dalam sebuah pidato bahwa dia akan memperpanjang gencatan senjata dengan Taliban, tetapi tidak memberikan kerangka waktu. Dia juga meminta Taliban untuk memperpanjang gencatan senjata tiga hari mereka, yang akan berakhir pada hari Minggu.

Belum diketahui apakah Ghani tahu tentang bom di Nangarhar ketika dia membuat pidatonya itu. Taliban yang mengenakan penutup kepala tradisional memasuki Kabul melalui gerbang di selatan dan tenggara. Kemacetan lalu lintas terjadi ketika orang berhenti untuk mengambil foto para pejuang dengan bendera mereka. Taliban mendesak orang untuk maju dan mengambil swafoto.

“Mereka tak bersenjata, karena mereka menyerahkan senjata mereka di pintu masuk,” kata juru bicara Kepolisian Kabul, Hashmat Stanekzai, kepada Reuters. Senjata mereka akan dikembalikan ketika mereka pergi,” ungkapnya.

Dua pekan lalu, Menteri Dalam Negeri Afghanistan Wais Ahmad Barmak bertemu para pejuang Taliban di Kabul, menurut laporan Tolo.

Video dan gambar-gambar di situs-situs berita menunjukkan tentara yang ceria dan Taliban saling berpelukan dan bertukar salam perpisahan di Provinsi Logar, selatan Kabul, dan Zabul di Maidan Wardak selatan dan tengah. Beberapa orang menari dan bertepuk tangan saat penonton mengambil foto.

"/>

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here