Megawati dan Airlangga Bicarakan Cawapres Jokowi, Ini Hasilnya

0
938
Pertemuan Ketum PDIP Megawti Soekarnoputri dan Ketum Golkar Airlangga Hartarto. (dok.PDIP)

LIPUTAN15.COM–Calon Wakil Presiden (Cawapres) pendamping Jokowi terus dibahas. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto telah bersepakat jika calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo akan dibahas secara bersama-sama.

Menurut Hasto, saat pertemuan yang dilakukan pada Senin (16/7) lalu itu, Airlangga menyatakan kerjasama Golkar dan PDIP yang dilakukan sebelum pemilihan presiden 2019 itu akan memperkuat jalan kemenangan bagi Jokowi tahun depan.

Namun, Hasto memaklumi jika setiap partai politik, di dalam menjalankan fungsi kaderisasi kepemimpinan, wajar memperjuangkan Ketua Umumnya pada posisi strategis di tingkat nasional, baik sebagai capres atau cawapres. Hal itu juga terjadi pada pilpres 2014 silam, saat PDIP akan mengusung Megawati sebagai calon presiden (capres).

“Ibu Megawati sebagai Ketua Umum PDIP pada tahun 2014 juga banyak didorong sebagai capres, namun beliau mendengarkan aspirasi rakyat dan lebih memilih memberikan mandat dan mencalonkan Pak Jokowi,” kata Hasto lewat keterangan tertulis, Jumat (20/7). dilansir  CNNIndonesia.com.

Sama halnya dengan Golkar, Hasto mengakui Airlangga merupakan representasi Golkar, memiliki pengalaman yang luas, dan kepemimpinannya telah teruji sejak masih menjadi mahasiswa.

Dengan fakta itu, PDIP, imbuh Hasto, sangat memahami apabila Golkar mencalonkan Airlangga untuk mendampingi Jokowi di periode selanjutnya. Pasalnya, hal itu merupakan cita-cita setiap partai untuk mendorong kadernya muncul sebagai calon pemimpin.

“Namun tentunya hal tersebut akan didialogkan bersama. Yang pasti, pertemuan tersebut sangat kondusif dan banyak hal-hal fundamental yang dibahas terkait dengan kerjasama kedua partai saat ini dan ke depan,” kata Hasto.

Hasto mengatakan, kesepakatan itu dibahas saat Megawati dan Airlangga melakukan pertemuan khusus pada Senin (16/7) lalu. Pertemuan yang berlangsung lebih dari 2 jam itu membahas berbagai agenda strategis nasional ke depan. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Sekjen Partai Golkar, Lodewijk Freidrich dan Ketua Bidang Politik Puan Maharani.(end)

"/>

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here