18 Negara Siap Bantu Palu dan Donggala, Ini Kata Pemerintah

0
528

LIPUTAN15.COM–Pasca Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tenggara (Sulteng) banyak orang berempati memberikan bantuan. Termasuk dari luar Negeri.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, pemerintah telah memutuskan untuk menerima bantuan internasional dalam proses penanggulangan bencana gempa dan tsunami di Palu serta Donggala, Sulawesi Tengah.

“Bahwa presiden sudah memutuskan untuk menerima bantuan-bantuan dari internasional,” ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (1/10/2018), dilansir dari CNNIndonesia.com.

Mantan Panglima ABRI itu menyebut setidaknya terdapat 18 negara yang sudah menawarkan diri memberikan bantuan kepada Indonesia.

Negara-negara itu adalah Amerika Serikat, Prancis, Ceko, Swiss, Norwegia, Hunggaria, Turki, Uni Eropa, Australia, Korea Selatan, Arab Saudi, Qatar, New Zealand, Singapura, Thailand, Jepang, India dan China.

“Juga ada termasuk UNDP dan kelompok organisasi internasional ASEAN sendiri juga sudah menawarkan,” katanya.

Wiranto mengungkapkan, ke-15 negara tersebut mau membantu dalam menangani bencana kali ini karena pemerintah Indonesia memiliki hubungan diplomatik yang erat dengan negara-negara tersebut.

Ia juga bercerita kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke berbagai negara dalam rangka menjalin dan mempererat hubungan bilateral maupun multilateral.

“Jadi itu buah kunjungan dari presiden kita dan membuahkan perasaan partisipasi dan solidaritas antarnegara, dan ini tak bisa ditolak,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah turut mempertimbangkan bahwa Indonesia kerap kali berkontribusi memberikan sumbangan bagi negara lain baik dibidang kemanusiaan maupun bencana alam.

Oleh karena itu, ia menilai sudah seharusnya Indonesia menerima timbal balik atas kontribusinya itu ketika menghadapi musibah saat ini.

“Misalnya bantuan bagi pengungsi Rohingya, gempa bumi di Nepal, kekeringan di Somalia, dan bantuan untuk Papua Nugini,” sebutnya.

“Artinya soal bantu membantu merupakan satu tradisi internasional yang perlu kita apresiasi,” pungkasnya. (end)

"/>

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here