Diam-diam Komunitas Yahudi Bantu Korban Bencana di Palu dan Donggala

0
1002

LIPUTAN15–Bencana di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah mendapatkan empati dunia.
Sejumlah organisasi komunitas Yahudi dunia mulai menggalang dana untuk membantu korban gempa dan tsunami di Palu serta Donggala, Sulawesi Tengah.

World Jewish Relief (WJR), salah satu komunitas Yahudi yang berbasis di Inggris, membuka penggalangan dana secara daring melalui situs resminya.

“Gempa berkekuatan 7,4 skala richter yang menyebabkan tsunami telah menerjang Sulawesi, Indonesia. Korban tewas mencapai lebih dari 800 orang dan terus bertambah,” bunyi pernyataan WJR dalam situsnya dan dikutip CNNIndonesia.com.

“Bantuan segera dari Anda semua seperti tenda, makanan, air bersih, peralatan medis, dan sanitasi bisa membantu kami menyediakan pertolongan segera bagi mereka.”

Selain WJR, IsraAid, organisasi non-pemerintah berbasis di Israel, menyatakan telah mengirim tim kecil berisikan lima pekerja ke Indonesia untuk membantu penanggulangan bencana yang telah menewaskan lebih dari 1.400 orang per hari ini.

Kelompok itu tetap mengirimkan sejumlah personelnya meski kepengurusan visa relawan diprediksi sulit karena Indonesia dan Israel tak punya hubungan diplomatik.

IsraAid menyatakan, organisasinya tengah menganalisis bantuan jangka panjang yang dapat diberikan bagi para korban di Palu dan Donggala.

Sementara itu, dikutip The Jerusalem Post, Komite Distribusi Gabungan Komunitas Yahudi Amerika (JDC) juga menyatakan telah mengirim sejumlah bantuan medis seperti terpal, kasur, selimut, generator listrik, air, dan beberapa pasokan makanan bagi para korban gempa Palu dan Donggala.

JDC menyatakan, seluruh bantuan itu akan disalurkan melalui organisasi lokal yang menjadi mitra komite tersebut.

“Kami prihatin pada warga Indonesia yang telah menderita akibat dua bencana tragis dalam beberapa bulan terakhir yang menjadikan mereka membutuhkan bantuan segera untuk mempersiapkan mereka menghadapi krisis selanjutnya,” kat CEO JDC, David M Schizer.

“Ketika orang-orang Yahudi di seluruh dunia sedang berkumpul untuk merayakan hari besar kami, kami tetap menyadari berkah yang kami dapat dan tanggung jawab kami untuk membantu memperbaiki duni yang rusak. Kami juga menyadari kewajiban kami untuk bertindak memberikan bantuan bagi mereka yang menghadapi begitu banyak keputusasaan.”

JDC mengatakan, kelompoknya juga telah mengirim sebuah tim ke lapangan termasuk ahli psikologis, medis, dan sejumlah relawan.

Dukungan psikologis bagi keluarga korban bencana, terutama mengenai terapi trauma, sangat kritikal dalam penanggulangan bencana.

JDC sudah berkontribusi membantu Indonesia dalam penanggulangan bencana sejak tsunami di Aceh 2004 lalu.

Perwakilan JDC Indonesia selama ini juga terlibat dalam penelitian mengenai penanganan korban bencana terutama kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, dan orang tua bersama sejumlah organisasi lokal. (end)

"/>

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here