Pemkab Sangihe Gelar Workshop Peningkatan Kemampuan Aparatur Perencana

0
25

LIPUTAN15,SANGIHE–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe, menggelar Workshop Peningkatan Kapabilitas Kepemimpinan dan Kemampuan Teknis Aparat Perencana (PK3TAP), bagi Pimpinan Organisasi Perangkar Daerah (OPD) di ruang serbaguna rumah jabatan Bupati.

Ketua Panitia pelaksana workshop(PK3TAP), Tomy Bawulang kepada Liputan15.com mengatakan, kegiatan workshop ini merupakan peningkatan kapabilitas kepemimpinan dan kemampuan teknis aparat perencana di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Aparat perencana ini termasuk kepala Dinas (Kadis) dan Kepala Badan (Kaban).

“Yang akan merencanakan program-program pembangunan di Kabupaten Sangihe,” kata Bawulang disela-sela kegiatan.

Lanjut  Bawulang, latar belakang kenapa kegiatan ini perlu dilaksanakan. Karena tanggung jawab pemerintah, untuk mengsukseskan target visi-misi pemerintahan Bupati dan Wabup periode 2017-2022 ini sangat berat.

“Sehingga diperlukan sinergitas lintas sektor, agar semua dapat memahami arah dan tujuan serta strategi apa yang akan kita gunakan, untuk mewujudkan terget-target pembangunan di Sangihe sampai 2022,” ujar Bawulang.

Dia menjelaskan, ada tujuh terget besar dalam sapta karya, dan tahun depan akan memasuki tahun ketiga. Untuk akselerasi pencapaian-pencapaian itu dibutukhan upayah yang lebih terfokus dari semua perangkat daerah.

“Itu sebabnya kegiatan ini dilakukan untuk perorientasi dan fokus terhadap target capaian sapta karya sesuai janji diawal pemerintahan saat ini,” ketusnya.

Sedangkan untuk materinya itu disampailam oleh Staf Ahli Manteri Dalam Negeri (Mendagri) Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik (BAPP) Dr Yusharto. Secara garis besar dalam materinya yaitu terkait dengan aspek, yaitu tentang refolusi mental yang akan mendi fondasi.

Menurut dia, Pemerintah RI mencanangkan kegiatan ini sebagai gerakan masif dan semuanya harus diterjemahkan sampai ketitik operasionalnya.

“Jadi refolusi mental kita perkuat lagi termasuk perubahan paragdima dari minset dari Pimpinan OPD, dan juga dapat memandang serta mengetahui tren global yang mempengaruhi seluruh kinerja pemerintah, baik di tingkat Dunia, Nasional, regional bahkan kita yang ada di Lokal dan ini harus dipahami. Sehingga perencanaanya tidak sembarang direncanakan itu harus sesuai dasar rencana program kerja,” ungkap Bawulang.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Staf Khusus Kementrian Keuangan (Menkeu) Pakar Perencana Regional dan Ekonomi Regional (PR2ER) Dr Noldi Toera. (Arno)

"/>

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here