Kematian Ibu dan Bayi Jadi Perhatian Dinas Kesehatan

0
109

LIPUTAN15,SANGIHE–Program pemerintah untuk mengetaskan kemiskinan menjadi barometer penilaian Dinas Kesehatan Kabupaten Sangihe.

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Sangihe Dr. Joppy Thungari kepada Liputan15.com mengatakan, memang tahun lalu angka kematian bayi masih tinggi di kabupaten sangihe dan sekarang pihak Dinas Kesehatan sudah mengambil langka untuk meminimalisir hal ini.

“Yakni selaku ujung tombak pelayanan sudah memaksimalkan program-program dari puskesmas, untuk lebih peka mendatangi ibu hamil, dan memberikan informasi-informasi yang diperlukan, agar tidak terjadi kekurangan gizi pada bayi dan ibu hamil yang dapat membahayakan janin dan ibunya,” jelasnya.

Ditambakanya pula, tahun lalu angka kematian bayi yang tinggi tidak dapat terhindarkan, dikarenakan bayi yang lahir belum cukup bulan dan berat bayi belum cukup.

“Jadi penyebab kematian bayi di tahun 2018 yang tinggi dikarenakan jantung bayi yang baru lahir mengalami kelainan, sehingga tidak bisa tertolong lagi, dan juga bayi yang lahir belum cukup bulan, sehingga berat bayi masi belum mencukupi sehingga sulit untuk dilakukan pertolongan,” jelas Thungari.

Dan mengenai ambulance yang sampai saat ini masih menjadi permasalahan, tahun ini melalui dana DAU akan mendapatkan tiga mobil ambulance untuk tiga kecamatan yang membutukan.

“Jadi sekarang ada berapa ambulance yang sudah selesai dilakukan perbaikan dan sudah beroperasi kembali, dan ditahun ini juga melalui dana DAU akan ada pengadaan tiga mobil ambulance untuk Puskesmas Tamako, Puskesmas Lapango dan Puskesmas Salurang,” jelas Thungari.

Thungari juga berharap, dengan langka-langka ini kiranya kedepan dapat membantu masyarakat yang membutukan pelayan dibidang kesehatan. (Arno)

"/>

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here