Gaghana pantau harga sembako di pasar Towo’e

0
33

Sangihe, – Ditengah fokus untuk memutus rantai Penyebaran Covid-19 Pemerintah Kabupaten (Pemda) Kepulauan Sangihe dalam hal ini Bupati Kepulauan Sangihe Jabes E. Gaghana SE ME, didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah (Disperindagda) Sangihe Feliks Gaghaube dan Kepala Badan (Kabag) Ekonomi Evangelin Sasiang, melakukan survei harga kebutuhan pokok di Pasar tradisional Towo’e.Hal ini mengantisipasi penimbunan dan permainan harga yang keran terjadi di tengah merebaknya Covid-19.

Terpantau di pasar Towo Bupati dan rombongan selain berbincang dengan para penjual juga menyempatkan diri menyapa beberapa sopir angkutan dalam kota (mikrolet), Gaghna kepada media mengatakan saat inikan sedang beredar adanya isu kenaikam harga barang pokok. Jadi pihaknya selaku pemerintah melakukan survei harga.

“Hari ini kita melakukan survei di pasar towo’e, guna memantau perkembangan harga terkait dengan isu penyebaran Covid-19,” ujar Gaghana, Selasa (25/3).

Pada saat melakukan survei Bupati tidak menemukan adanya kenaikan harga.

“Saya bersyukur masyarakat kita para pengusaha dagang, tidak memanfaatkan momentum ini untuk mencari keuntungan,” jelas Gaghana.

Menurut Gaghana, hanya saja produk yang mengalami kenaikan harga yaitu gula. Karena kata dia, masalah gula ini menjadi masalah nasional bukan hanya di Kabupaten Sanguhe saja.

“Dari seluruh produk yang kita tanyakan, ternyata yang ada pergerakan harga sangat signifikan hanya gula putih, masalah gula inipun telah menjadi masalah nasional,” bebernya.

Dijelaskan Gaghana, untuk mengantisipasi stok gula kedepan. Pihaknya akan melakukan peremintaan penambahan stok gula ke pihak Bulog.

“Beberapa waktu kedepan kita akan meminta pihak bulog dapat mempersiapkan stok gula ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” imbuh Gaghana.

Terkait Covid-19 ini menjadi pemahaman bagi semua masyarakat dan jangan panik. Karena menurut dia, beberapa bulan kedepan untuk stok pangan beras masih memadai.

“Stok pangan beras hingga 4 sampai 5 bulan kedepan masih ready, begitu juga suplai dari tol laut 3 bulan kedepan masih ready. Hal ini tidak menjadi masalah, jadi kepada masyarakat tidak perlu memborong sebanyak-banyaknya karena stok masih banyak,” ungkapnya.

Terpisah Kepala Disperindagda Sangihe Feliks Gaghaube mengungkapkan, jadi berdasarkan hasil pemantauan harga di pasar masih normal, hanya bergerak naik yaitu gula karena merupakan masalah nasional.

“Kami berharap pergerakan harga gula tidak signifikan dan berharap stok gula bisa masuk pada akhir bulan April di Sangihe,” kata Gaghaube.

Dia menambahkan, kalau untuk kebutuhan pangan lain, belum ada kenaikan yang sangat signifikan. Harga jual dipasar masih terbilang normal.

“Sedangkan kebutuhan lainnya menurun seperti minyak goreng, untuk rempah-rempah harganya masih terbilang normal, seperti cabe harganya 45-50 ribu per kilo, begitu juga dengan bawang putih, bawang merah, tomat harga ini masih terbilang normal,” tandasnya.

"/>

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here