“Saya lihat saat ini ada investasi besar di Malalayang. Namun kondisi di lapangan, investor dan pengembang menemui banyak hambatan. Seperti gangguan pekerjaan dari masyarakat sekitar, hingga upaya-upaya menghentikan investasi PT TJ Silvanus. Nah ini tugas Pemprov Sulut untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak Polri agar secara bersama-sama mengawal kegiatan investasi tersebut. Supaya investor ini tidak meninggalkan Sulut nantinya,” sebut Niode.

Sebelumnya saat menjamu investor Singapura, Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) memastikan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan investasi di daerah.

Bahkan demi kesehatan masyarakat menurut Gubernur OD, dirinya akan mempermudah perizinan dan kelancaran dalam proses berinvestasi. Bahkan Gubernur OD juga mengajak semua stakeholder terkait dalam proses pembangunan untuk terus mengawal dan memfasilitasi persoalan yang dihadapi pihak investor.

“Daerah ini memiliki sejumlah potensi mulai dari pariwisata, pertanian, kelautan hingga energi terbarukan. Jadi tak rugi berinvestasi ke Sulut karena pasarnya besar bahkan bisa dari luar daerah. Anda invest beli lahan, bangun pabrik. Izin keluar tidak lama yang penting kalian langsung investasi biar daerah saya maju, rakyat saya sejahterah. Kelancaran investasi saya jamin. Saya tentu mengajak dan sangat berharap stakeholder terkait seperti teman-teman Polri untuk terus bersama mengawal dan menjaga proses investasi di daerah,” kuncinya. (*)