
Kehadiran Wallace Conservation Licoupang (WCL) dalam mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK( Likupang, diapresiasi oleh Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda.
Dengan penerapan metode pengembangan yang selalu memberdayakan kearifan lokal, yang didalamnya adalah budaya Minahasa Utara, WCL bertujuan menjaga keseimbangan ekonomi dan lingkungan hidup.
Bupati JG dalam sambutannya berkata, langkah WCL ini merupakan pola strategis yang mendorong pengembangan sektor ekonomi serta pelestarian alam yang membudayakan kearifan lokal.
” Pemerintah selalu mendukung setiap pengembangan yang dilakukan guna menunjang ekonomi masyarakat dan daerah. Terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada pihak WCL yang telah berkolaborasi dengan kami Pemerintah untuk mengembangkan KEK Likupang ini.” Ujar Bupati Kamis (15/8)2024) di Lokasi KEK Likupang, Desa Pulisan.
Kesempatan itu Bupati Joune Ganda yang didampingi istri tercinta yang merupakan Ketua TP PKK Kabupaten Minahasa Utara, Ny. Rizya Ganda Devega, lakukan penanaman pohon bersama unsur Forkompinda di Lokasi KEK.

Bupati berkata, sebagai Pemerintah dia sangat mensupport apa yang sudah dilakukan oleh pihak swasta untuk pengembangan sektor pariwisata yang pastinya bertujuan untuk pengembangan ekonomi masyarakat.
Menurut dia, langkah tersebut merupakan salah satu penyediaan fasilitas pendukung untuk mendukung Industri Kecil Menengah (IKM) lokal guna meningkatkan pendapatan masyarakat dan potensi daerah.
Senada juga disampaikan oleh Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw saat menghadiri acara tersebut.
” Apresiasi pihak WCL yang terus berinovasi guna pembangunan KEK yang menyasar sektor perekonomian yang disatu sisi terus berupaya mempertahankan serta melestarikan keanekaragaman Flora da Fauna lokal.
Diketahui, tujuan utama dari WCL dalam menggagas pembangunan KEK tersebut adalah, menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan pelestarian lingkungan hidup.” Kata Steven.
Sekadar diketahui, untuk pengembangan KEK ini, WCL mengusung tiga pilar utama yaitu,
People, Culture, dan Nature.
Diantara tiga pilar tersebut, menurut pihak WCL pelestarian lingkungan tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif dari masyarakat. Olehnya pelatihan ketrampilan, pengembangan IKM, dan dukungan terhadap pendidikan menjadi bagian dari misi WCL.

Selain itu, WCL juga mengakui bahwa Budaya Lokal adalah bagian yang tak terpisahkan dari identitas masyarakat dan lingkungan. WCL juga bekerja untuk melestarikan kearifan lokal dan nilai budaya yang ada di Minahasa Utara.
Inti dari misi dari konservasi WCL lainnya juga adalah bertanggungjawab untuk melindungi dan memulihkan ekosistem alami di Wilayah tersebut.
Hadir juga, Sekjen Denas KEK Edwin Manangsang, Asisten II Pemprov Sulut, Polres Minut, Dewan Yayasan Indonesia Biru, Camat Likupang Timur. (Jane Lape)


Tinggalkan Balasan