LIPUTAN15.COM– Transisi energi Indonesia makin ngegas! PT PLN (Persero) baru aja tanda tangan Nota Kesepahaman (MoU) bareng raksasa Brasil J&F S.A. buat studi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) – disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Kolaborasi ini jadi booster strategis, pas banget sama target RUPTL 2025–2034: tambah 11,7 GW kapasitas PLTA dalam 10 tahun. Potensi air Indonesia gede banget, dan Brasil punya tech canggih – duo Global South ini siap bikin listrik hijau murah dan ramah lingkungan.

Presiden Prabowo antusias: “Kita berdua kekuatan ekonomi baru di Global South! Kerja sama ini strategis buat pererat hubungan – dari energi sampe pertahanan. Tadi kita sepakati defense agreement, plus MoU PLN yang signifikan. Bahkan di sains dan tech, kita udah kolab!”

Presiden Lula tambah semangat: “Indonesia dan Brasil sama-sama demokrasi raksasa di selatan dunia, ekonomi tumbuh kenceng dengan fokus keadilan sosial. Kita harus bangun kemitraan baru: AI, data center, riset ilmiah, hubungan universitas, dan perdagangan saling untung. Investasi ini bakal bawa masa depan berkelanjutan!”

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo bilang terima kasih ke Pak Prabowo atas dukungannya. “Kolaborasi ini akselerasi EBT, khusus PLTA. Kita bagi ilmu dan tech, biar energi bersih adil dan hijau buat seluruh rakyat Indonesia – masa depan cerah buat generasi selanjutnya!”

Dengan potensi air melimpah di daerah seperti Sulawesi Utara (contoh PLTA Tonsea Lama yang udah suplai 12,8 MW buat Sulut-Gorontalo), MoU ini bisa jadi game changer. Indonesia siap jadi pemimpin energi terbarukan – siapa sangka, air deras bakal nyalain mimpi hijau kita!