LIPUTAN15.COM, BOLMUT – Pergantian tahun tinggal menunggu hari. Sebentar lagi, tugas kalender 2025 akan segera berakhir, diganti dengan kalender baru 2026.
Penulis ingin menitipkan satu catatan. Catatan tentang refleksi kepemimpinan Bupati Sirajudin Lasena dan Wakil Bupati Aditya Pontoh di Bolaang Mongondow Utara.
Catatan ini bukan sekadar opini personal, melainkan refleksi strategis yang berakar dari visi-misi besar kedua pasangan tentang pembangunan berkelanjutan yang pernah digagas pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 lalu.
Tibalah kita di penghujung tahun atau 11 (sebelas) bulan sejak 20 Februari 2025: waktu dimana kedua pasangan dengan slogan SIAP (Sirajudin Lasena – Aditya Pontoh) itu resmi mengantongi kekuasaan yang sah dalam memimpin birokrasi pemerintahan di Bolmong Utara.
Sebagai pengantar, sejatinya, masa waktu yang terhitung muda itu memang bukan indikator utama keberhasilan. Akan tetapi, tak salah jika harus mengaitkannya sebagai indikasi awal arah pembangunan kedepan.
Dari sektor infrastruktur misalnya, berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) tahun 2025, pembangunan dan preservasi jalan dan jembatan, Sirajudin – Adit baru saja memulai pekerjaan dengan panjang 10,894 Km dalam kurun waktu 1 (satu) tahun pemerintahannya.
Panjang 10,894 Km ini tersebar di sudut-sudut desa di Bolmong Utara yang terbagi dari 13 item pekerjaan, mulai dari pemeliharaan berkala ruas jalan perkebunan hingga peningkatan jalan.
Dari sekian pekerjaan di atas, perhatian tertujuh pada satu jalan, yakni jalan Mokapog yang ada di Desa Sonuo – Ollot, Kecamatan Bolangitang Barat.
Jalan yang menjadi dambaan mayoritas petani itu lupa dari bayang-bayang duet Sirajudin – Adit di kala masyarakat mengharapkan ada perbaikan.
Padahal, jika berkaca pada kilas balik sebelumnya, Sirajudin – Adit berjanji akan memperhatikan setiap jejak kaki yang mereka tingalkan.
Tak ada hari yang lebih berharga selain waktu, penulis berharap dengan sisa perjalanan pemerintahan kedepan, jalan Mokapog menjadi perhatian kedua pasangan.
Selaras dengan apa yang disampaikan wakil Bupati Aditya Pontoh. Menurutnya, jalan tersebut sudah menjadi priortas dirinya dan pak Bupati untuk diperbaiki.
“Kami terus berupaya, setiap pertemuan baik itu dengan pemerintah pusat lewat kementrian, atau pemerintah provinsi, jalan Sonuo – Ollot kami sampaikan agar bisa diperbaiki melalui bantuan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN),” tegas Adit, beberapa waktu lalu.
Berdasarkan survey lapangan Dinas PUTR kondisi jalan Sonuo – Ollot – Paku pada tahun 2024 dalam kondisi rusak ringan.
Semoga kisah jalan Mokapog tidak seperti kalender lama: menjadi usang dan langsung dilupakan ketika tahun berganti.
Nvg

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan