ACEH-PT PLN (Persero) menurunkan 500 personel dari berbagai unit di seluruh Indonesia pada Minggu (30/11) untuk menangani kerusakan tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV akibat banjir dan longsor di Aceh.
Tim gabungan tersebut bergerak ke sejumlah titik kritis, termasuk jalur Arun–Bireuen, Bireuen–Peusangan, dan P. Brandan–Langsa, dengan dukungan penuh dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui jalur darat dan udara.Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan peran penting kolaborasi dengan TNI AU dan AD dalam mempercepat pemulihan jaringan transmisi.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan TNI yang memperkuat langkah cepat kami. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam penanganan kerusakan,” ujarnya.
Kerusakan parah infrastruktur di Aceh membuat akses darat ke beberapa wilayah terisolir terputus. Untuk mengatasi tantangan ini, PLN menggandeng TNI AU menggunakan helikopter dalam pendistribusian personel, material tower darurat, alat kerja, dan logistik ke lokasi terdampak.
Sementara itu, TNI AD membantu pengiriman lewat jalur darat dengan truk ke daerah yang masih dapat dilalui.Darmawan menegaskan proses pemulihan berjalan nonstop dengan semangat tinggi agar masyarakat segera kembali menikmati layanan listrik yang andal dan aman.
General Manager PLN UIP3B Sumatera, Amiruddin, menjelaskan bahwa mobilisasi personel dan material darurat telah tiba di titik kritis.
“Kami bekerja keras untuk menyelesaikan pembangunan tower darurat dan mengembalikan pasokan listrik Aceh secepat mungkin,” tuturnya.(*)
Editor: Yolister Karame


Tinggalkan Balasan