MANADO-PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Suluttenggo bersama tim dari PLN Nusa Daya menggelar inspeksi menyeluruh terhadap peralatan kerja dan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas Pelayanan Teknik (Yantek) SCADA.
Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor PLN UP2D Suluttenggo, Manado, ini bertujuan memastikan kesiapan total personel serta menginternalisasi budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebelum petugas turun ke lapangan.
Sebagai pengatur sistem distribusi listrik untuk wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo, UP2D memegang peranan vital dalam menjaga stabilitas pasokan bagi jutaan pelanggan. General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan pentingnya kesiapan personel dan keandalan alat kerja. Menurutnya, UP2D adalah “pilar utama” yang mengatur, mengawasi, dan mengendalikan jaringan distribusi secara real-time melalui teknologi SCADA, sehingga toleransi terhadap kesalahan harus nol.
Usman menambahkan bahwa penerapan K3 yang ketat bukan hanya soal kepatuhan regulasi, melainkan strategi untuk menjaga kontinuitas bisnis dan pelayanan publik. Gangguan sistem distribusi atau kecelakaan kerja akan berimbas luas ke masyarakat; oleh karena itu, memastikan petugas Yantek SCADA bekerja dengan peralatan dan APD standar menjadi langkah preventif utama.
Inspeksi yang bersifat intensif ini melibatkan jajaran manajemen tingkat atas dan seluruh personel operasional. Pemeriksaan dilakukan detail untuk memastikan semua rencana kerja lapangan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan instruksi kerja yang berlaku, sehingga potensi risiko dapat diminimalkan dan target zero accident dapat tercapai.
Rangkaian pemeriksaan meliputi kelengkapan APD personal (helm, sarung tangan isolasi, sepatu safety, tali pengaman), uji kelayakan peralatan teknis SCADA, serta pemeriksaan kesehatan fisik para petugas. Sebelum apel ditutup, seluruh personel menjalani pemeriksaan kesehatan berkala di tempat, termasuk pengecekan tekanan darah dan kondisi fisik umum, guna memastikan mereka siap melakukan manuver jaringan.
Manager PLN UP2D Suluttenggo, Muhammad Ariamuddin, menyatakan inspeksi berkala ini merupakan bukti nyata komitmen PLN memprioritaskan keselamatan jiwa tanpa mengabaikan mutu kerja. Ia mengingatkan bahwa pekerjaan pada sistem distribusi dan SCADA memiliki risiko tinggi sehingga kesiapan personel, kelayakan peralatan, dan kepatuhan terhadap SOP harus 100 persen sebelum operasi dimulai.
Ariamuddin menekankan pentingnya menanamkan nilai Safety First secara konsisten dan berkelanjutan, tidak hanya bagi pegawai internal tetapi juga mitra kerja. “Keselamatan kerja bukan formalitas; harus menjadi budaya dan gaya hidup dalam setiap pelaksanaan tugas. Kami ingin semua personel berangkat kerja dalam kondisi aman, bekerja dengan standar K3 tinggi, dan kembali pulang dalam kondisi sehat,” ujarnya.
Melalui agenda rutin dan penguatan sistem K3 ini, PLN UP2D Suluttenggo memperlihatkan langkah proaktif untuk memperkuat fondasi operasionalnya.
Langkah tersebut diharapkan mampu memitigasi risiko kerja sekaligus memastikan sistem pengatur distribusi kelistrikan tetap berperforma optimal demi menghadirkan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat wilayah Suluttenggo.


Tinggalkan Balasan