MANADO-RSUP Kandou Manado kembali mengukuhkan posisinya sebagai fasilitas kesehatan unggulan di tingkat nasional. Rumah sakit rujukan vertikal di Sulawesi Utara itu berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam pemeringkatan rumah sakit layanan jantung se-Indonesia.
Penghargaan diserahkan pada pembukaan Seminar Nasional Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) XXII dan Seminar Patient Safety XX di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Kamis (8/10/2026).
Direktur Utama RSUP Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes, menerima langsung apresiasi tersebut. Capaian ini menjadi bukti konsistensi RSUP Kandou dalam meningkatkan standar mutu pelayanan medis, khususnya pada penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah.
Prof. Starry menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh civitas hospitalia yang terus berkomitmen memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
“Apresiasi ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran di RSUP Kandou untuk terus membenahi mutu pelayanan, memperkuat kapasitas SDM medis, serta memperluas akses penanganan jantung modern secara merata,” ujarnya usai menerima penghargaan.
Menurut dia, RSUP Kandou bertekad memastikan masyarakat Sulawesi Utara dan sekitarnya mendapatkan layanan intervensi jantung terpadu tanpa harus jauh-jauh berobat ke luar daerah.
“Kami ingin memastikan masyarakat Sulawesi Utara dan sekitarnya mendapatkan layanan intervensi jantung terpadu tanpa harus jauh-jauh berobat ke luar daerah,” kata Rampengan.
Manajemen RSUP Kandou juga menyatakan kesiapan melangkah lebih jauh dalam memperkuat program prioritas transformasi layanan rujukan dari Kementerian Kesehatan.
Penguatan jejaring pengampuan layanan jantung akan terus dipacu agar angka mortalitas akibat penyakit kardiovaskular dapat ditekan secara signifikan.
Seminar Nasional PERSI XXII dan Hospital Expo XXXVIII 2026 yang berlangsung 7–10 Oktober 2026 di ICE BSD City mengusung tema “Rumah Sakit Tumbuh dan Tangguh di Era Kecerdasan Artifisial”.
Ajang ini menjadi salah satu forum strategis bagi rumah sakit di Indonesia untuk berbagi praktik baik, memperkuat jejaring, dan mendorong transformasi layanan kesehatan yang lebih tangguh dan berorientasi pada keselamatan pasien.(*)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan