Banteng Mengamuk, ASN DPM PTSP Kocar Kacir

LIPUTAN15 – – Max Maramis, warga Winanggun 1 Kecamatan Malalayang mengamuk di kantor pelayanan terpadu satu pintu (DPM PTSP) pagi (28/5/2021) tadi.

Menurutnya, Ijin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) yang diurusi dikantor pelayanan tersebut terbilang lambat. Melihat Walikota Andrei Angouw yang tiba di halaman Kantor Walikota pagi tadi, Max Maramis langsung melaporkan ulah para pegawai Dinas Pelayanan Satu Pintu kepada Walikota.

Bacaan Lainnya

Sontak, Walikota Andrei Angouw bersama Max Maramis, langsung menuju ruangan pelayanan Satu Pintu sekaligus berbicara dengan salah satu ASN yakni, Honny Kansil yang membidangi pengurusan ijin tersebut.“Kita mendaftar lewat online, untuk memperoleh IUJK itu, tapi karena berbelit Belit ijin itu sampai hari ini belum keluar,” ujar Max.

Menurut Max , kalau dibandingkan dengan di wilayah Tondano, proses pelayanan pengurusan ijin disana lebih cepat dari Pemkot Manado.“Kita cuma mo ambe pemenuhan komitment untuk efektivitas IUJK sampe tiga hari. Bagemana ini pelayanan disini serba birokrasi,” ucapnyai.

Ia menambahkan kalau hanya karena (IUJK) ini tidak efektif dan saya kalah tender pada proyek ratusan juta, maka kantor dinas penanaman modal dan pelayanan satu pintu ini akan saya perkarakan sampai ke Polda Sulut.“Kami minta ketegasan dari Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu untuk secepatnya mengeluarkan Ijin Usaha Jasa Konstruksi tersebut,” pungkas kader banteng ini.Sementara itu Walikota Manado Andrei Angouw, usai melakukan sidak di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu , langsung memanggil sejumlah ASN untuk bertemu diruangan Walikota guna menuntaskan persoalan ijin tersebut.

Pos terkait

YcV7F1.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *