Pertama di Sulut, PT Rekadaya Multi Adiprima Bakal Bangun Perusahaan Serabut Kelapa di Minsel

LIPUTAN15,MINSEL-Melihat kondisi harga Kopra yang saat ini belum stabil, membuat Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan mencari jalan alternatif lain. Salah satunya dengan memanfaatkan Industri sabut kelapa untuk diolah.

Dengan menggandeng perusahaan PT Rekadaya Multi Adiprima, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan melakukan kerjasama Memoradum Of Understanding (MOU).

Bacaan Lainnya

Pertemuan yang dihadiri oleh Dirjen Kemenristek Dikti, Ophirtus Sumule, LPPM Unsrat Balitbangda Sulut, Deddy Tooy, guna membahas penguatan Klaster Inovasi Kelapa Nasional dengan pendirian Industri sabut kelapa unggul yang didukung oleh kemitraan petani, industri, UMKM, Akademisi dan Pemerintah  Minahasa Selatan yang digelar di hotel Sutanraja Amurang pada, Senin (10/12/2018).

Business Development PT Rekadaya Multi Adiprima, Ferry Aditya menyampaikan, bahwa perusahaan tersebut sudah tersebar di beberapa daerah di Indonesia yang telah berhasil mengembangkan sektor industri. Yang salah satunya pemanfaatan turunan kelapa.

Dari hasil turunan kelapa tersebut (serabut), telah banyak dipakai  beberapa perusahaan otomotif terkenal seperti Honda, Daihatsu, Toyota, dll sebagai bahan interior.

Olehnya berharap, melalui kerja sama ini, akan membuka peluang usaha bagi masyarakat yang dulunya menganggap serabut kelapa sebagai limbah kini bisa menghasilkan uang. Begitu juga sebaliknya, masyarakat tidak hanya mengandalkan hasil Kopra saja melainkan manfaat dari hasil turunan kelapa (serabut).

Pula harapnya tahun 2019 kedepan kerjasama ini bisa berjalan dengan baik yang diawali dengan pembangunan pabrik pengolahan.

Akan hal ini, Bupati Tetty Paruntu menyambut baik rencana awal kerjasama ini. Ia pun menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan telah menyiapkan lokasi pengolahan serabut kelapa dengan luas sebesar 200 hektare di Kecamatan Sinonsayang (HGU).

Langkah ini semata untuk mensejahterakan masyarakat  petani kelapa yang ada di Sulut khususnya Kabupaten Minahasa Selatan. Sembari meminta kepada DPM-PTSP untuk tidak mempersulit selama pengurusan ijin, Pungkas Duta Kelapa Indonesia DR. Tetty Paruntu, SE.(Jufan)

HcqgQxp.jpg HcBz0ap.jpg HcBzUN9.jpg HcBI2lR.jpg HchYw6g.jpg HchYUwN.jpg H01Osob.jpg H01evzg.jpg

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *