Polres Kepulauan Sangihe berhasil mengamankan 7 orang WNA, korban Human Trafficking

Sangihe, Liputan15.com – Polres Kepulauan Sangihe berhasil menangkap 4 (empat) orang tersangka human trafficking yaitu MBM alias Embo Ira (51) asal Kampung Naha I Kecamatan Tabukan Utara, MA alias Dudung (29) asal Keluraham Ternate Tanjung Kecamatan Singkil Manado, SAM alias Otong (42) asal Dusun Kertajaya Desa Kertajaya Kecamatan Tambakdahan Kabupaten Subang Jawa Barat, serta AN (47) Alamat RT/RW 010/002 Dusun Bojong Gayam Desa Rancahilit Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang Jawa Barat

Dalam jumpa Pers yang dilaksanakan di Aula Santika Santika Satyawada Polres Kepulauan Sangihe, rabu, (27/04/22) yang dihadiri Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Denny Wely Wolter Tompunuh SIK didampingi Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana, Danlanal Tahuna, Kolonel Laut (P) Sobarudin MTr Hanla, Dandim Sangihe, Letkol Arm. Lukas Meinardo Sormin, Kejari Kepulauan Sangihe Eri Yudianto SH,MH serta Kasat Reskrim Polres Sangihe Iptu Revianto Anriz.

Bacaan Lainnya

Kapolres menjelaskan penangkapan 4 (empat) orang tersangka dan 7 (tujuh) orang korban Penyeludupan Manusia dan Perdagangan orang (humahuman trafficking) ini berawal dari informasi yang didapat polres sangihe dari lelaki Irfan yang selanjutnya di tindaklanjuti dengan membuat laporan polisi model A.

” Petugas mendapat informasi dari lelaki Irfan Cristiano Adilang bahwa pada hari Selasa tanggal 25 Januari 2022, Ia bersama lelaki MBM alias Embo Ira baru tiba dari Philipina dan masuk di pantai Leppe kampung Petta Timur Kecamatan Tabukan Utara dan saat itu lelaki MBM membawa 6 (enam) orang WNA asal Philipina dan 2 (dua) orang WNI (pasangan suami istri) asal kampung Beha Kecamatan Tabukan Utara” Jelas Tompunuh

Lanjutnya WNA asal Philipina tersebut dibawa oleh tersangka MBM menuju Manado dan menginap di hotel Manado Grace Inn

“selanjutnya 6 WNA dibawah berangkat ke Kota Bandung Provinsi Jawa Barat dan di jemput dan di tampung oleh tersangka lelaki Sam alias Otong dan tersangka lelaki AN di Hotel Panorama dan dibeberapa rumah kontrakan yang ada di Jawa Barat, dan akan dikirim ke beberapa negara yang ada di timur tengah untuk dijadikan tenaga kerja. Lanjut Kapolres

Kapolres juga mengatakan perempuan-perempuan asal Philipina ini akan diseludupkan keluar negeri, termasuk ke Yordania dan merupakan perbuatan suatu kelompok yang terorganisir.

“Saat ini ada 4 tersangka yang ditahan dan 7 korban perempuan asal Philipina,
MG alias Merry, SF alias Sari, JFC alias Jinky, perempuan ADP alias Arjil, VAM alias Kening, perempuan GLP alias Helen dan perempuan JAG alias Juns secara terorgansir yang tidak memiliki hak yang sah untuk masuk ke wilayah Negara Republik Indonesia tanpa dilengkapi dokumen serta tidak melalui tempat pemeriksaan Imigrasi yang sah nantinya akan dideportasi,” Tegasnya

Ditambahkan, suksesnya penanganan kasus perdagangan perempuan asal Philipina ini tak lepas pula dari kerjasama Polres Sangihe dan Resmob Mabes POLRI.

“Jadi suksesnya penangan kasus ini juga atas bantuan Resmob Mabes POLRI. Kami juga berharap peran aktif dari masyarakat untuk memberi informasi, apalagi kasus seperti ini sudah beberapa kali terjadi di Sangihe,” Tutup Denny.

Para tersangka akan dijerat dengan Pasal 120 ayat (1) UU RI Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian dan atau Pasal 3 UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.Pasal 120 ayat (1) UU RI Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah)” serta Pasal 3 Undang Undang No. 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Polisi juga menyita barang bukti dari tersangka MBM

1 (satu) buah perahu jenis pamo warna putih bis biru dan merah serta pada bagian kiri perahu bertuliskan SAR-01-1048.

1 (satu) buah handphone merk Vivo Y21 warna biru metalik.Uang sejumlah 800 (delapan ratus) peso, terdiri dari :

1 (satu) lembar uang pecahan 500 (lima ratus) peso;3 (tiga) lembar uang pecahan 100 (seratus) peso.Disita dari tersangka MA alias Dudung :

1 (satu) buah handphone merk Realme warna abu-abuDisita dari tersangka Sam alias Otong :

1 (satu) buah hanphone merek Infinix X657B warna biru metalik.

1 (satu) buah handphone merk Vivo 1808 warna hitam.1 (satu) buah buku rekening Bank Mandiri KCP Pamanukan nomor rekening 17.

UL7g0N.jpg gBSQN2.jpg

Pos terkait

UL7g0N.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.