Woow!!Air Kencing di Luar Angkasa Bisa Jadi Air Minum

LIPUTAN15.COM–Kehidupan Astronaut di luar angkasa masih menjadi tanda tanya banyak orang. Apalagi bicara soal buang air besar dan kecil.

Astronaut Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) Peggy Whitson mengatakan, jika menjalankan misi eksplorasi luar angkasa menyenangkan. Meski begitu, Whitson tak menyangkal jika pekerjaannya sangat menantang. Seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Salah satu kegiatan yang menurutnya paling rumit untuk dilakukan oleh astronaut adalah saat harus buang air besar. Cara buang hajat menurutnya lebih rumit ketimbang sekedar buang air kecil. Sebuah bilik terbuat dari besi layaknya toilet dilengkapi dengan sejumlah peralatan pendukung.

Sebuah corong yang tersambung dengan selang panjang dipakai saat buang air kecil sehingga urin tidak berantakan di kondisi gravitasi nol. Urin yang masuk akan diolah selama delapan hari sehingga bisa didaur ulang kembali menjadi air minum.

Whitson mengakui jika proses buang air kecil lebih mudah. Tapi, proses yang lebih rumit jadi tantangan bagi astronaut ketika harus buang air besar.

“Yang kedua (buang air besar) … lebih menantang karena kamu harus bisa tepat mengenakan target yang berukurang sangat kecil,” ucapnya.

Bilik toilet yang ada di stasiun luar angkasa (ISS) dilengkapi dengan tempat duduk dan lubang yang cukup kecil. Menurut astronaut yang menghabiskan 665 hari di luar angkasa itu, hal ini jadi tantangan bagi setiap astronaut yang mendiami ISS saat buang hajat.

Nantinya, kotoran akan disegel dalam plastik kedap udara kemudian dikumpulkan hingga 10 hari saat ada pembuangan massal ke luar angkasa hingga terbakar di atmosfer Bumi.

“Setelah penuh, Anda harus memakai sarung tangan karet dan mengemasnya,” ungkapnya saat diwawancara Business Insider.

Rumitnya buang air di luar angkasa menurut Whitson bisa bertambah jika sesekali ada sedikit kendala, karena astronaut harus menangkap kotoran yang mengambang.

HcqgQxp.jpg HcBz0ap.jpg HcBzUN9.jpg HcBI2lR.jpg HchYw6g.jpg HchYUwN.jpg H01Osob.jpg H01evzg.jpg

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *