LIPUTAN15.COM,MINSEL-Pergantian Kepala Sekolah (Kepsek) SMP GMIM Kristen Maliku dari Lita Tambariki ke Estevina Mandagi mendapat penolakan dari Jemaat Maliku Raya yang berada di dua desa yakni desa Maliku Satu dan desa Maliku, kecamatan Amurang Timur, kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).
Anggota jemaat GMIM Maranatha Maliku mengambil tindakan tegas dengan cara memalang pintu masuk SMP Kristen Maliku.
Pemalangan pintu sebagai bentuk penolakan jemaat terhadap kehadiran Kepsek utusan Bupati dan Wakil Bupati Minsel untuk masuk ke lingkungan SMP Kristen Maliku.
Kendati pintu dipalang ternyata tak menyurutkan anggota jemaat mengalihkan proses belajar anak-anak SMP di gedung gereja GMIM Maranatha Maliku.
Para guru SMP Kristen Maliku melanjutkan proses belajar mengajar minus Kepsek baru.
Pemalangan pintu sehingga Kepsek baru Estevima Mandagi utusan Pemkab Minsel, harus pulang karena tidak bisa masuk ke lingkungan sekolah.
Tokoh pemuda jemaat Brayen Franklin Giroth menuturkan, penolakan itu karena pergantian improsedural yang dilakukan oleh pihak Diknas Minsel.
Selain itu, jemaat GMIM Maliku menilai Kepsek lama yakni Lita Tambariki sangat trampil dan menyatu dengan anak-anak SMP Kristen Desa Maliku Raya.
“Jemaat Maliku Raya ingin mempertahankan Kepsek lama, karena dinilai berbaur dengan jemaat serta kinerja dalam meningkatkan mutu pendidikan khususnya anak-anak SMP Kristen desa Maliku semakin baik dan berkualitas,” pungkas tokoh pemuda jemaat GMIM Maranatha Maliku Raya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan