“Pebawurekang” melanggar norma hukum dan agama; padahal ia sendiri cucu dari seorang Inlands Leraar (Pendeta Pribumi) Ketua Gahedang Sangihe Taloda (Proto type Sinode GMIST).

Tetapi kemudian apa yang di lakukannya merupakan karya monumental yang saat ini mulai hilang satu persatu mulai dari talud (lapuk/hilang oleh ombak) dan terakhir dengar kabar baru baru ini Pasar Trikora sudah dibongkar untuk Tahuna dan Sangihe yang lebih baik dan ini baik adanya.

Di era tahun 76 S/D 1981, ia pernah dipercayakan sebagai Kepala Sub. Dit Pembangunan Desa.Kab. Kepl. Sangihe, selama kurun waktu tersebut (5 tahun).

Prestasi yang ditorehkan 2X juara lomba Desa tingkat Nasional (Desa Lenganeng dan Desa Kolongan Akembawi; 1 X Juara 2 dan 1 X Juara 3 Lomba Desa sepropinsi SULUT, dan 1 X di Dis karena alasan “sarang Penyeludup” yaitu Desa Makalehi; Desa hebat dgn potensi masyarakat dan wilayah yang luar biasa dan unik (yg Nanti terbukti pada Tahun 2013/4 ?). Desa ini mewakili desa-desa di Propinsi Sulut menjadi Juara I lomba desa tingkat nasional.

Ia seorang yang bersahaja dengan segudang pengalaman yang dihormati oleh sdr/i sekalian. dan menjadi support penguatan bagi kami keluarga ketika ia dipanggil pulang oleh Bapanya di Sorga pada tanggal 1 Mei 2017 jam 09.10 wita.

Terima kasih Atas Berkat kehidupanmu- yang jelas-jelas telah sangat Berimbas menjadi Berkat bagi kami anak-anak saudara bersaudara masyarakat dan daerah Sangihe tercinta.