Dari data di atas, dapat diambil kesimpulan
hutang era pak Jokowi-Jk per Juli 2018 = Rp 1.644,22 triliun, dan pemerintah telah membayar hutang jatuh tempo sebesar 1.628 triliun.
Maka bisa dibilang hutang era pak Jokowi-JK itu hanya Rp 16 Triliun dalam 4 tahun kepemimpinan nya.
Dengan kondisi yang hanya berhutang Rp 16 triliun, Pak Jokowi-JK telah banyak membangun Instruktur.
Hebatnya lagi. Infrastruktur ini tidak hanya dirasakan masyarakat pulau Jawa, melainkan di seluruh tanah air.
Dimulai dari Jalan, Jembatan, Bandara, Pelabuhan, Jalan Tol, Tol Laut, Bendungan, Waduk, Irigasi, Listrik, Puskesmas, Rumah Sakit, Sekolah, BBM satu harga, Perbatasan negara, hingga terhubungnya area terdepan hingga yang terisolasi. Semua kini merasakan hadirnya negara.
Kemudian. Dari berbagai pembangunan yang merata dan masif tsb, PDB negeri kita pun melesat naik menjadi Rp 14.395 triliun, memiliki rasio utang 29,74% terhadap PDB, termasuk rasio yang paling rendah didunia, apalagi di ASEAN (kecuali Brunei).
Dengan PDB sebesar itu, tak ayal Indonesia masuk kelompok G-20 , yakni negara yg ber PDB diatas satu trilyun dollar.
Bahkan berdasarkan kajian konsultan internasional Pricewaterhouse Cooper (PwC), ekonomi Indonesia bisa menjadi kelima terbesar di dunia pada 2032 apabila dihitung menggunakan paritas daya beli atau purchasing power parity (PPP).

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan