LIPUTAN15.COM,MINAHASA–Ketua DPRD Minahasa Glady Kandouw SE (GK) dalam pelantikan 98 Hukum Tua mengingatkan agar Hukum Tua tepilih, bisa merangkul seluruh elemen masyarakat serta mampu menunaikan pembangunan yang menuju kesejahteraan masyarakat.

“Mereka dipilih oleh rakyat, tentunya jangan pernah sekalipun melukai hati rakyat. Pemimpin-pemimpin ini harus tahu apa yang menjadi maunya rakyat. Seluruh progres pembangunan kedepan kiranya demi mensejahterakan rakyat,” pintanya.

Proses demokrasi Pemilihan Hukum Tua di Minahasa yang berlangsung di 22 Kecamatan dan 98 Desa menurut dia telah berlangsung dengan baik.

“Kalau kita ikuti bersama, pemilihan hukum tua sangat demokrasi. Tidak ada intervensi. Kita percaya, yang terpilih harus tahu menerjemahkan apa yang rakyat mau,” katanya.

GK turut menegaskan, kepada semua Hukum Tua yang sudah dilantik agar tidak pernah berpikir untuk memperkaya diri sendiri. “Paling utama, ketika sudah terpilih, harus ada sikap yang rendah hati. Kalau mereka sudah melayani harus lebih lagi dalam melayani. Dan tentunya apapun untuk kesejahteraan masyarakat, karena itu harus jadi yang utama. Jangan berpikir apa yang sudah dibuang kemarin atau janji saat pencalonan, jangan ada niat untuk balik modal. Jangan berpikir untuk memperkaya diri, jangan motivasinya seperti itu, lebih baik jangan. Karena penggunaan dana desa ada di bawah kontrol rakyat. Bahkan kami di DPRD Minahasa membentuk Pansus khusus mengawasi pengelolaan Dana Desa,” tegasnya.

Tambanhnya kepada seluruh Hukum Tua untuk diingat, adalah loyalitas kepada pimpinan. Karena Hukum Tua adalah ujung tombak pemerintah di masyarakat. “Jadi jangan sampai Hukum Tua merasa karena dipilih oleh rakyat lantas semaunya. Sudah jelasnya garisnya. Di pusat ada Presiden, di Provinsi dan Kabupaten ada Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati. Kalau ada loyalitas berarti dia memiliki integritas. Kalau dia berintegritas, berarti dia berpikir bukan untuk memperkaya diri sendiri,” ucapnya.(ler)