TOMOHON—Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kolongan Satu ditutup sementara menyusul dugaan keracunan makanan bergizi (MBG) yang dialami puluhan siswa dari tiga sekolah menengah kejuruan di Kota Tomohon.

Tiga sekolah yang diduga terdampak yakni SMK Karitas, SMK St Familia, dan SMK Negeri 1 Tomohon. Para siswa diketahui mengonsumsi makanan MBG yang disuplai SPPG Kolongan Satu pada Senin (26/01/2026).

Peristiwa ini menggegerkan masyarakat setelah para siswa yang diduga mengalami keracunan memadati sejumlah rumah sakit di Kota Tomohon pada Senin malam. Para korban mengeluhkan gejala seperti mual, muntah, dan sakit perut, sehingga harus mendapatkan penanganan medis.

Kepala SPPG Kolongan Satu, Valen Sirang, membenarkan bahwa pihaknya telah diperiksa oleh Polres Tomohon serta Dinas Kesehatan Kota Tomohon terkait peristiwa tersebut.

“Kami sudah menjalani pemeriksaan oleh pihak Polres Tomohon sejak malam kejadian selama beberapa jam. Hari ini, Selasa (27/01/2026), SPPG Kolongan Satu juga dikunjungi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara serta Balai POM di Manado,” ujar Valen Sirang.

Sebagai langkah awal, operasional SPPG Kolongan Satu dihentikan sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan pendalaman dari pihak berwenang.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Tomohon, Stevania Runtuwene, menegaskan bahwa pihaknya bersikap terbuka dan kooperatif dalam proses penyelidikan.

“Kami menyampaikan kepada masyarakat bahwa kami terbuka dan kooperatif. Tidak ada yang kami sembunyikan. Setelah hasil pemeriksaan keluar, kami akan menyampaikannya kepada media,” kata Stevania.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan menunggu hasil resmi dari instansi terkait.(Aldo)