MINAHASA UTARA– Program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Asta Cita menjadi sorotan utama Rakernas XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Grand Lotus Ballroom Hotel Aston Batam, Jalan Sriwijaya, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Tema “Wujudkan Asta Cita untuk Daerah yang Sejahtera” diusung untuk menyinkronkan kebijakan pusat dengan daerah.Sekjen Apkasi sekaligus Bupati Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda menegaskan, Asta Cita menjadi fokus utama pembahasan.
“Kami di Minut sangat memperhatikan Asta Cita keenam dan ketujuh, khususnya peningkatan SDM unggul, sesuai program Presiden,” katanya didampingi Sekda Minut Novly Wowiling, Inspektur Stephen Tuwaidan, dan Kadis Pariwisata Femmy Pangkerego.
Ganda menyoroti Rakernas ini menghadirkan narasumber kunci dari kementerian dan lembaga, seperti Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, wakil Menteri PU, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu Normansyah Syahruddin, pakar dari Perludem, serta guru besar Fakultas Ilmu Administrasi.
Pada Selasa (20/1), forum dialog melibatkan Kepala BKN Prof. Zudan Farkulloh, Menteri Desa Yandri Susanto, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda, dan penutup oleh Mendagri Tito Karnavian.
Ketua Umum Apkasi Bupati Lahat Bursah Zarnubi membuka acara dengan menekankan Rakernas ini hasilkan kebijakan terobosan, termasuk perbaikan hubungan pusat-daerah soal fiskal dan pemerintahan.
“Dua isu krusial: Pilkada dan tren pertumbuhan ekonomi, agar Asta Cita lebih kuat,” ujar Zarnubi.
Isu perpanjangan masa kepemimpinan bupati juga dibahas.Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan transformasi pertanian melalui kebijakan efisien.
“Kebijakan keliru lebih berbahaya daripada penjahat; yang tepat hemat triliun rupiah via selembar kertas,” tegasnya pada Senin (19/1).
Ia soroti Instruksi Presiden (Inpres) yang pangkas birokrasi pupuk dari 12 menteri, 38 gubernur, hingga 514 bupati/wali kota menjadi langsung dari Kementan ke petani.
Langkah ini, plus pengalihan subsidi dan efisiensi pabrik, potensial hemat Rp513 triliun hingga 2035. Amran apresiasi bupati sebagai garda terdepan swasembada pangan, capai target satu tahun lebih cepat dari prediksi, hingga dapat pengakuan FAO dan negara maju seperti Jepang, Cile, serta AS.
Para bupati diminta ubah komoditas mentah jadi produk bernilai tambah tinggi.Rakernas ini perkuat komunikasi pusat-daerah, pastikan Asta Cita terealisasi di tingkat kabupaten untuk kemajuan bangsa.(jein)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan