MANADO– Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K), FIHAA., MARS, secara resmi membuka Learning IPM in Manado & Bunaken 2026 (LIM26) pada 13–15 Februari 2026.

Acara pembukaan digelar Jumat (13/2) di aula lantai dua RS Kandou, menjadi wadah pembelajaran manajemen nyeri intervensional berbasis ultrasonografi bagi tenaga medis Indonesia Timur.

Usai pembukaan, Prof. Starry menyampaikan materi “Beyond Relief: Pain Clinics as the Future of Quality Healthcare”.

Ia menekankan penguatan klinik nyeri sebagai kunci transformasi layanan kesehatan yang berfokus pada keselamatan pasien dan kualitas hidup.

“Pengelolaan nyeri komprehensif berbasis teknologi mutakhir bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Klinik nyeri terstandar akan jadi wajah baru layanan berkualitas di rumah sakit rujukan seperti RSUP Kandou,” ujarnya.

LIM26 merupakan kolaborasi RSUP Kandou via Kandou Pain Rehab Center (KPRC) dan Klinik Eksekutif Mawar Sharon, Program Studi IKFR FK Unsrat, Perdosri Cabang Sulawesi 1, Pain Management Network, Puskesmas Bunaken, serta AMSA Unsrat.

Rangkaian mencakup webinar, simposium, dan workshop luring tentang intervensi nyeri berpandu ultrasound.Selain pelatihan, acara menghadirkan bakti sosial pengobatan gratis nyeri kronis bagi warga Kepulauan Bunaken, plus fun diving dan sertifikasi PADI untuk medical tourism.

Puluhan dokter umum, residen, dan spesialis ikut pelatihan intervensi pada lutut-bahu dengan viskosuplementasi, sementara 15 dokter meraih sertifikat scuba diving open water dan advanced.

Kegiatan ini lanjutan LIM23 (2023) yang dirintis Dr. dr. Theresia CT Novy, SpKFR, FIPM, FIPP, CIPS. Sejak 2019, Pain Management Network konsisten adakan pelatihan berkelanjutan. LIM26 mengukuhkan Manado dan RSUP Kandou sebagai pusat unggulan manajemen nyeri di Indonesia Timur.