MANADO-Anggota DPRD Sulut Cindy Wurangian mengkritik keras terhadap lambatnya penetapan kepala sekolah definitif di Sulut.
Kritik ini disampaikan dalam sidang paripurna DPRD Sulut Kamis (23/4).
Dia menegaskan, kepala sekolah banyak berstatus Pelaksana Tugas (PLT) di banyak sekolah bukan sekadar persoalan administratif, tetapi berpotensi menghambat arah kebijakan pendidikan di daerah.
“Kalau masih PLT, keputusan strategis jadi terbatas. Ini bisa berdampak pada kualitas pendidikan,” kata politisi Golkar tersebut.
Pernyataan ini memicu perdebatan, karena menyentuh langsung kinerja sektor pendidikan yang menjadi salah satu indikator utama pemerintahan Yulius Selvanus.
Tak berhenti di situ, Cindy juga mendorong penguatan nasionalisme di kantor pemerintahan bahkan mengusulkan pola semi-militeristik berupa penghentian aktivitas untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya secara rutin.
Usulan ini berpotensi memunculkan pro dan kontra, antara yang melihatnya sebagai penguatan karakter kebangsaan, dan yang menilai sebagai simbolisme tanpa dampak langsung pada pelayanan publik.
Menjawab tekanan tersebut, Gubernur Yulius mengatakan telah memerintahkan pendataan menyeluruh untuk segera menerbitkan SK definitif kepala sekolah.
“Data sedang dihimpun. Setelah itu, kita keluarkan SK agar semua definitif,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan