SULAWESI TENGAH– PT PLN (Persero) memulai konstruksi jaringan listrik di Desa Bobalo, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menembus medan pegunungan curam dengan akses terbatas.
Proyek ini bagian dari program Listrik Desa untuk wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), menjangkau 100-200 kepala keluarga yang selama ini bergantung pada genset mahal atau lampu minyak.
Tim PLN memobilisasi material secara manual untuk memastikan tiang listrik tertanam kokoh. Rencana mencakup Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 1 km sirkuit dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 3 km sirkuit, siap transformasi pendidikan malam hari, usaha rumah tangga, kesehatan desa, dan komunikasi warga.
General Manager PLN UID Suluttenggo Usman Bangun menegaskan, pembangunan di Desa Bobalo bukti kehadiran negara melalui PLN. “Meski medan ekstrem, kami komitmen selesai tepat waktu agar warga rasakan peningkatan hidup dan ekonomi lewat energi stabil,” katanya.
Tantangan dan Sinergi
Manager UP3 Tolitoli Icuk Sulistianto apresiasi kolaborasi. “Dukungan pemerintah daerah dan warga percepat pembukaan jalur serta pengamanan ROW. Tanpa sinergi, proyek di medan sulit ini butuh waktu lebih lama,” katanya.
PLN targetkan rampung segera untuk penyambungan pelanggan, dorong rasio elektrifikasi Sulawesi Tengah naik dan kesejahteraan merata di pelosok Indonesia. Akses listrik ini janjikan desa tak lagi gelap, buka peluang baru bagi generasi muda Bobalo.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan