MANADO, Liputan15.com— Politeknik Negeri Manado (Polimdo) terus memperluas peluang bagi mahasiswa untuk meraih pengalaman kerja internasional melalui program magang luar negeri.

Melalui Jurusan Pariwisata, khususnya Program Studi D4 Perhotelan, mahasiswa diberikan kesempatan menjalani program magang di sejumlah negara maju seperti Jepang, Taiwan, dan China.

Ketua Program Studi D4 Perhotelan Polimdo, Dimas Ero Permana, mengatakan setiap negara tujuan memiliki ketentuan serta durasi program yang berbeda bagi mahasiswa peserta magang.

“Kalau di China itu enam bulan, sedangkan Taiwan sampai setahun. Begitu juga Jepang setahun lamanya,” ujar Dimas.


Ia menjelaskan, mahasiswa yang ingin mengikuti program magang di Taiwan diwajibkan memiliki sertifikat TOEIC dengan skor tertentu sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Pariwisata Taiwan.

Selain itu, kemampuan bahasa Inggris juga menjadi syarat penting untuk dapat mengikuti program tersebut.

“Kalau di Taiwan, bahasa Mandarin tidak harus terlalu tinggi, tetapi bahasa Inggris harus memiliki level tertentu,” jelasnya.

Berbeda dengan Taiwan, mahasiswa yang akan magang di Jepang diwajibkan memiliki kemampuan dasar bahasa Jepang. Sementara untuk program magang di China, penguasaan bahasa Mandarin menjadi syarat utama karena mayoritas wisatawan domestik di negara tersebut tidak menggunakan bahasa Inggris.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapan mahasiswa, Polimdo juga memberikan pelatihan bahasa asing secara intensif, khususnya bahasa Mandarin, guna membantu mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional.

Dalam waktu dekat, Polimdo dijadwalkan memberangkatkan mahasiswa magang ke Taiwan pada akhir Juni 2026 dengan masa program selama satu tahun.

Program tersebut menawarkan penghasilan magang yang cukup besar, yakni sekitar Rp16 juta per bulan.
Sementara itu, program magang ke China direncanakan berlangsung selama enam bulan dan dijadwalkan mulai pada Mei 2026.

Program magang internasional ini menjadi salah satu upaya Polimdo dalam mencetak lulusan yang memiliki daya saing global sekaligus membuka peluang generasi muda Sulawesi Utara untuk menimba pengalaman kerja di tingkat internasional.