LIPUTAN15.COM TALAUD – Nasib tragis menimpa seorang teknisi Indihome Hendrik Frans Wua (40) yang ditemukan meninggal dunia di pinggir jalan Trans Bantane-Tabang, tepatnya di lokasi Paranti, Desa Tabang Barat, Kecamatan Rainis, pada Jumat (10/4/2026) siang.
Korban HFW yang merupakan seorang warga Kelurahan Beo Timur ini diduga kuat tersengat arus listrik bertegangan tinggi dari kabel utama milik PLN saat sedang melakukan perbaikan jaringan Indihome.
Kapolsek Rainis, Iptu Hugu W Essing, menjelaskan bahwa peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pada pukul 11.00 wita.
“Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban ditemukan dalam posisi terbaring telentang di pinggir jalan,” ucapnya.
Saksi mata Ima Manapode yang saat itu tengah melintas menggunakan sepeda motor merasa curiga melihat korban tergeletak di bawah terik matahari tanpa pergerakan.
Setelah melaporkan temuan tersebut kepada Kepala Desa Tabang Barat, warga segera berkumpul dan mendapati korban sudah tidak bernyawa.
Rekan kerja korban Jeri Laira menyebutkan bahwa mereka semula berencana melakukan perbaikan kabel jalur Bantane-Tabang bersama-sama. Namun, korban diketahui telah berangkat lebih awal ke lokasi kejadian. Saat Jeri dan rekan lainnya tiba di lokasi, mereka mendapati kerumunan warga telah mengelilingi jasad rekan sejawatnya tersebut.
Berdasarkan hasil analisa kepolisian di tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan diduga terjadi akibat kurangnya kehati-hatian saat mengoperasikan alat kerja. Tangga lipat aluminium yang digunakan korban diduga menyentuh kabel listrik utama PLN saat korban hendak mendirikan atau melipat kembali tangga tersebut. Jarak kabel listrik dengan permukaan tanah di lokasi itu diketahui cukup rendah, yakni hanya berkisar 4,5 meter.
“Kami mengkonfirmasi kecelakaan kerja fatal yang menewaskan seorang teknisi jaringan di Desa Tabang Barat. Korban diduga kuat tersengat listrik setelah tangga aluminium yang digunakannya menyentuh kabel utama PLN. Kami mendesak seluruh pekerja lapangan untuk disiplin menerapkan prosedur K3, terutama saat beraktivitas di sekitar jaringan tegangan tinggi,” ujar Kapolsek
Pihak Puskesmas Rainis yang melakukan pemeriksaan luar menyatakan bahwa korban tiba pada pukul 12.10 wita dalam kondisi meninggal dunia.
Perawat Neni Sara Ambat saat itu mengungkapkan bahwa terdapat luka gores pada bagian tangan kanan korban namun tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik lainnya di tubuh korban.
Setelah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan para saksi, pihak kepolisian segera mengevakuasi korban. Pihak keluarga menyatakan keberatan untuk dilakukan tindakan autopsi dan telah menandatangani surat penolakan resmi, menerima kejadian ini sebagai murni kecelakaan kerja. (tni)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan