LIPUTAN15.COM TALAUD – Warga Desa Pangeran dihebohkan dengan berita hilangnya salah satu warga yakni Julin Manaida (58). JM yang merupakan ibu rumah tangga asal Desa Pangeran ini diketahui hilang sejak Sabtu (1/4/2026) pagi dan hingga minggu sore belum ditemukan.
Mendapat laporan sejumlah warga, personil Polsek Kabaruan bersama masyarakat Desa akhirnya memulai proses pencarian. Bersama warga para personil Polsek Kabaruan kemudian mulai menyisir hutan dan pemukiman untuk mencari keberadaan JM alias Julin.
Kapolsek Kabaruan Ipda Andika Eka Putra Amisi, SH langsung memimpin operasi pencarian tersebut. Pihaknya bergerak cepat atas informasi hilangnya korban yang meninggalkan rumah tanpa pamit di tengah suasana duka keluarga.
Berdasarkan keterangan para saksi, garis waktu sebelum korban dinyatakan hilang bermula pada pukul 07.30 wita saat korban sempat meminta bantuan saksi Sepni Milas untuk mengantarnya mencari ikan di Desa Bulude, namun rencana tersebut batal karena suami korban sudah membawa ikan ke rumah.
Pada pukul 08.00 wita saat pihak keluarga sedang sibuk mempersiapkan pemakaman kakak korban, JM sudah tidak terlihat lagi di rumah. Hingga upacara pemakaman dimulai dan selesai pada pukul 10.00 wita, keberadaan korban tetap tidak diketahui. Salah satu saksi menyebutkan bahwa pihak keluarga sudah berupaya mencari ke rumah kerabat hingga ke area perkebunan namun tidak ada hasil.
“Pihak keluarga sudah berupaya mencari ke rumah kerabat hingga ke area perkebunan, namun hasilnya masih nihil,” ucap Kapolsek Kabaruan.
Informasi menarik muncul dari pihak keluarga. Diketahui bahwa seminggu terakhir korban menunjukkan perilaku yang tidak biasa. Julin sempat ditemukan bersembunyi di dalam lemari oleh suaminya Oktavianus Sumaa.
Saat ditanya, korban mengaku merasa takut terhadap keramaian atau orang banyak. Hal ini diduga kuat menjadi latar belakang korban melarikan diri dari rumah saat situasi sedang ramai pelayat.
Tim gabungan Polsek Kabaruan telah melakukan pelacakan titik koordinat melalui tracking nomor ponsel yang dibawa korban. Langkah-langkah yang telah diambil meliputi Olah TKP dan pengumpulan bahan keterangan (Pul Baket), Koordinasi dengan pemerintah desa dan keluarga dan Penyisiran lokasi berdasarkan titik koordinat terakhir.
Pencarian yang berlangsung sejak pukul 10.30 hingga 17.00 wita pada hari Minggu (12/4) terpaksa dihentikan sementara. Keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan bersama karena kondisi medan yang sulit serta minimnya penerangan di malam hari. Operasi pencarian akan dilanjutkan kembali pada Senin pagi besok dengan jangkauan wilayah yang lebih luas. (tni)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan