MANADO,Liputan15.com— Direktur Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Mareyke Alelo, menegaskan larangan keras bagi seluruh mahasiswa untuk menggunakan atau mengisap vape, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.
Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan kerja sama Polimdo bersama Coding Bee Academy yang juga membahas pembekalan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi mahasiswa.
Dalam arahannya, Mareyke menekankan bahwa kesehatan merupakan faktor utama yang harus dijaga mahasiswa sebagai bekal masa depan. Ia mengingatkan bahwa capaian akademik tidak akan berarti apabila kondisi kesehatan terganggu.
“Semua ini sudah dipersiapkan dengan baik, tetapi tidak ada artinya kalau paru-paru sudah rusak dan sakit-sakitan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kampus akan memberikan sanksi tegas kepada mahasiswa yang kedapatan menggunakan vape. Bahkan, unggahan di media sosial yang menunjukkan aktivitas tersebut tetap akan menjadi perhatian institusi.
“Untuk apa belajar keras kalau akhirnya sakit-sakitan dan tidak berguna bagi keluarga,” tegas Mareyke.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Polimdo tidak hanya berfokus pada penguatan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter serta kesiapan mahasiswa dari aspek kesehatan fisik, mental, dan spiritual.
Dalam kesempatan yang sama, Mareyke juga mengapresiasi kehadiran Coding Bee Academy melalui narasumber Fathmayayuta S dan Benareli Evan Wirasetya yang telah memberikan wawasan terkait pemanfaatan AI secara tepat dan bertanggung jawab.
“Kami berterima kasih karena hari ini mahasiswa bisa mendapatkan pemahaman tentang AI dengan baik dan benar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan