MINAHASA— Upaya meningkatkan kesadaran perempuan terhadap bahaya kanker serviks kembali digelorakan melalui kegiatan edukasi kesehatan yang digelar di Gereja GMIM El-Jireh Sea, Minahasa, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Peduli Kesehatan Wanita, Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Teknologi Radiologi” dan menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dimotori Perhimpunan Radiografer Indonesia Cabang Sulawesi Utara bekerja sama dengan Instalasi Promosi Kesehatan RSUP Kandou.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dr. Bismarck Joel Laihad, Amd.Rad, didampingi Kepala Instalasi Promkes RSUP Kandou Ruslianto Urendeng, SH, Ketua Panitia Christian Yospilando Mbao, Amd.Rad, serta Ketua BPMJ GMIM El-Jireh Pdt. Ny. Herlina Wongkar-Kapoh, STh. Kehadiran para pihak ini memperkuat pesan bahwa pencegahan kanker serviks membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari tenaga kesehatan, gereja, hingga masyarakat.

Dalam pemaparannya, dr. Bismarck menekankan bahwa kanker serviks merupakan kanker yang berkembang pada sel-sel leher rahim dan menjadi salah satu kanker paling mematikan pada perempuan setelah kanker payudara.

Ia menjelaskan, kanker ini dikenal memiliki dua jenis utama, yakni karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma, dengan faktor risiko yang sangat terkait dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV).

Pada tahap awal, penyakit ini kerap tidak menunjukkan gejala, sehingga deteksi dini menjadi langkah yang sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih berat.
Materi yang disampaikan mendapat perhatian besar dari para peserta.

Seusai pemaparan, sesi tanya jawab berlangsung aktif ketika peserta, baik pria maupun wanita, mengajukan sejumlah pertanyaan seputar pencegahan, gejala, dan upaya skrining kanker serviks. Seluruh pertanyaan dijawab langsung oleh narasumber dengan bahasa yang mudah dipahami, sembari mengajak masyarakat untuk membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit.

Edukasi seperti ini sejalan dengan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat yang menunjukkan bahwa penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran deteksi dini kanker serviks.

Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya memperluas jangkauan skrining dan menekan stigma di masyarakat, terutama bagi wanita usia subur.

Dengan pendekatan edukatif yang langsung menyentuh jemaat dan masyarakat, penyelenggara berharap pesan kesehatan mengenai deteksi dini kanker serviks dapat tersampaikan lebih luas dan mendorong perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi mereka.