MANADO-Bupati Minahasa Robby Dondokambey dan Wakil Bupati Vanda Sarundajang melakukan langkah cepat untuk mengamankan pendanaan renovasi Stadion Maesa Tondano.

Mereka memimpin audiensi ke Jakarta dengan Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, pada Kamis (21/5/2026), membawa misi memperbaiki fasilitas olahraga di daerah yang memiliki nilai historis sebagai tanah leluhur Dora Marie Sigar, ibu kandung Presiden RI Prabowo Subianto.

Kondisi stadion saat ini dinilai membutuhkan pembaruan menyeluruh. Tribun penonton, kondisi permukaan lapangan, sistem drainase, serta akses dan fasilitas pendukung dinilai belum memenuhi standar untuk penyelenggaraan even berskala regional atau nasional.

Area penunjang di sekitar stadion juga direncanakan ditata ulang agar lebih fungsional dan representatif bagi kegiatan publik.

Untuk memperkuat argumen, rombongan Pemkab datang lengkap dengan unsur teknis dan pengambil kebijakan. Selain Bupati dan Wabup, hadir Ketua TP‑PKK Martina Dondokambey‑Lengkong, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Agustivo Tumundo, serta Kepala Dinas PUPR Rivai Mamonto.

Kehadiran pejabat teknis ini memungkinkan penyajian data lapangan yang komprehensif, mulai kebutuhan pengembangan olahraga hingga detail perencanaan konstruksi dan tata kawasan.
Dalam pertemuan, Tim Minahasa memaparkan kajian kebutuhan renovasi, rencana anggaran, serta mekanisme pengawasan pelaksanaan proyek apabila dana disetujui.

Disampaikan pula potensi manfaat jangka panjang berupa peningkatan partisipasi olahraga, kesempatan penyelenggaraan kompetisi nasional, serta nilai ekonomi bagi masyarakat setempat melalui peningkatan kunjungan dan kegiatan pendukung.

Ketua Komisi V Lasarus menerima dokumen dan aspirasi Pemkab sebagai langkah awal proses pengajuan anggaran. Respon tersebut membuka peluang bagi percepatan pembahasan di tingkat pusat, dengan harapan proyek dapat masuk dalam perencanaan pendanaan terkait infrastruktur olahraga.

Bupati Robby Dondokambey dan Wabup Vanda Sarundajang menegaskan bahwa renovasi Stadion Maesa bukan hanya tentang fisik bangunan, melainkan upaya mengembalikan marwah olahraga Minahasa dan menyediakan fasilitas yang layak bagi generasi muda.

Jika terealisasi, stadion yang telah direvitalisasi diharapkan menjadi ruang prestasi dan kebanggaan bagi masyarakat Minahasa.(*)