MANADO — Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K)., FIHA., MARS., M.Kes., membuka secara resmi Orientasi Pendidikan dan Pelatihan BHd (Bantuan Hidup Dasar), KERS, PMKP, PPI, dan Pelayanan Prima bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Poltekkes Kemenkes Manado, Selasa (27/7), di Aula RSUP Kandou.

Kegiatan dihadiri Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Kandou dr. Yune Laukati, MARS; Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Manado Samuel Tambuwun; serta jajaran pengelola dan instruktur pendidikan.

Dalam sambutannya, Prof. Starry menegaskan peran rumah sakit sebagai institusi pelayanan publik yang wajib memberikan layanan bermutu dengan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.

Prof. Starry memaparkan lima fokus utama pelatihan yang akan diikuti para peserta. Pertama, pelayanan prima — bukan sekadar prosedur, melainkan sikap profesional yang tercermin lewat senyum, sapa, kesabaran, dan sopan santun, komunikasi yang cepat dan tanggap, serta respons yang akurat karena pasien membutuhkan layanan yang cepat dan tepat.

Kedua, pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), yang mengajarkan tindakan pertolongan pertama saat pasien mengalami kondisi darurat, dengan penekanan pada gerak cepat sebagai penentu keselamatan.

Ketiga, Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) yang menurut Prof. Starry adalah “roh rumah sakit”, bertujuan membuat mutu pelayanan terukur dan terstandar sehingga pasien menerima layanan konsisten dari awal hingga akhir.

Keempat, Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) sebagai benteng pertama melindungi tenaga kesehatan, pasien, dan keluarga dari risiko penularan, yang akan dilatih melalui protokol-protokol ketat.

Kelima, keselamatan kerja di lingkungan rumah sakit, yakni upaya mencegah potensi bahaya sehingga staf dapat bekerja aman dan nyaman.

Prof. Starry menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekedar seremoni: “Ini investasi SDM. Jika tidak dilatih dengan baik, bagaimana kami mempertanggungjawabkan pada Tuhan,” katanya.

Ia meminta mahasiswa mengikuti pelatihan dengan serius demi menjaga nama baik RS Kandou dan menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten serta meningkatkan citra rumah sakit sebagai rujukan di wilayah Timur Indonesia.

Sementara itu, Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Manado Samuel Tambuwun menyampaikan apresiasi atas kesempatan praktik bagi mahasiswanya di RSUP Kandou. Ia menegaskan komitmen institusi untuk mematuhi regulasi dan menjaga standar kompetensi mahasiswa.

“Kami akan selalu menjaga nama baik RSUP Kandou sebagai rujukan di Indonesia Timur dan kebanggaan warga Sulut khususnya warga Manado,” ujarnya.

Orientasi dan pelatihan ini diharapkan memperkuat kesiapan profesional mahasiswa Ners sebelum terjun ke praktik klinis, sekaligus mendukung upaya RSUP Kandou meningkatkan mutu layanan dan keselamatan pasien secara berkelanjutan.(ite)