BOGOR– Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk didampingi Ketua TP-PKK Jean d’Arc Karundeng, Ketua Panitia Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 Levita G. Supit, serta Kepala Dinas Pariwisata Daerah Kota Tomohon Judhistira Siwu, melakukan pertemuan dengan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim pada Rabu, 17 Juni 2026, di Hotel Swiss-Belhotel Bogor.
Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Ketua Panitia TIFF 2026, Levita G. Supit, sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring kerja sama antardaerah sekaligus mempromosikan pelaksanaan TIFF 2026.
Dalam suasana penuh keakraban, kedua kepala daerah berdiskusi mengenai arah pembangunan kota dengan fokus pada pengembangan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah. Kota Bogor dan Kota Tomohon dinilai memiliki sejumlah kesamaan karakteristik sebagai daerah yang mengandalkan potensi wisata alam, budaya, dan iklim yang mendukung pengembangan destinasi wisata.
Meski demikian, Kota Bogor memiliki wilayah yang lebih luas dan jumlah penduduk yang jauh lebih besar dibandingkan Kota Tomohon. Kondisi tersebut menjadi bahan pertukaran pengalaman dan strategi dalam pengelolaan sektor pariwisata serta pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Tomohon Caroll Senduk secara langsung menyampaikan undangan kepada Wali Kota Bogor untuk hadir sekaligus berpartisipasi dalam pelaksanaan Tomohon International Flower Festival 2026 yang akan digelar tahun depan.
Caroll berharap kehadiran Pemerintah Kota Bogor dapat semakin mempererat hubungan antardaerah sekaligus mendukung promosi pariwisata nasional melalui TIFF, yang selama ini dikenal sebagai salah satu festival bunga terbesar dan paling bergengsi di Indonesia.
Ketua Panitia TIFF 2026, Levita G. Supit, mengatakan bahwa sinergi dengan berbagai pemerintah daerah merupakan bagian dari strategi memperluas jejaring promosi serta meningkatkan partisipasi daerah-daerah potensial dalam ajang internasional tersebut.
Pertemuan ini menjadi salah satu rangkaian agenda promosi TIFF 2026 yang terus dilakukan Pemerintah Kota Tomohon guna memperkuat posisi festival tersebut sebagai etalase pariwisata, budaya, dan investasi yang mampu menarik perhatian nasional maupun internasional.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan