MANADO, Liputan15.com– Pemanfaatan media digital dan publikasi yang konsisten menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas jejaring kemitraan Politeknik Negeri Manado (Polimdo). Hal itu disampaikan Wakil Direktur IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Polimdo, Juliet P.T. Makinggung, S.E., M.Si., usai terjalinnya kerja sama antara Polimdo dan Yayasan Pendidikan Solagratia Tongkaina Manado.
Menurut Juliet, kunjungan pihak yayasan ke Polimdo berawal dari informasi yang mereka peroleh melalui media sosial dan situs resmi Polimdo. Berbagai pemberitaan mengenai kegiatan akademik, inovasi, serta pengembangan pendidikan vokasi dinilai berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus menarik minat lembaga lain untuk menjalin kolaborasi.
“Mereka mengetahui Polimdo melalui media sosial dan website resmi Polimdo. Dari informasi yang mereka baca, mereka kemudian datang untuk mencari tahu lebih jauh mengenai pendidikan vokasi, mekanisme perkuliahan, hingga peluang kerja sama yang bisa dikembangkan bersama,” ujar Juliet.
Ia menilai kehadiran media digital tidak lagi sekadar menjadi sarana publikasi, tetapi telah berkembang menjadi instrumen strategis dalam membangun reputasi institusi dan memperluas jaringan kemitraan.
Juliet juga menegaskan bahwa pengembangan pendidikan tinggi saat ini menuntut adanya kolaborasi lintas institusi. Menurutnya, tidak ada lagi sekat antara universitas, politeknik, maupun sekolah tinggi dalam membangun ekosistem pendidikan yang saling mendukung.
“Ke depan kita harus terus membuka ruang kolaborasi. Banyak riset maupun program pengembangan yang tidak dapat dikerjakan sendiri, sehingga perlu melibatkan pemerintah, dunia industri, maupun perguruan tinggi lainnya. Demikian pula dengan program pertukaran pelajar yang dapat memperkaya pengalaman akademik mahasiswa,” jelasnya.
Selain memperkuat kemitraan, Juliet menyebut Polimdo juga tengah mempersiapkan diri menghadapi rencana transformasi kelembagaan menjadi universitas. Menurutnya, proses tersebut menjadi momentum untuk belajar dari berbagai perguruan tinggi yang telah memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan pendidikan tinggi.
“Kami ingin terus berbenah. Jika nantinya Polimdo bertransformasi menjadi universitas, tentu banyak hal yang bisa dipelajari dari perguruan tinggi yang telah lebih dahulu berkembang. Semangatnya adalah saling belajar dan saling menguatkan,” katanya.
Melalui strategi kolaborasi yang didukung publikasi digital yang aktif, Polimdo optimistis mampu memperluas kemitraan, meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, serta memperkuat perannya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan