TOMOHON – Momen bersejarah kembali terukir di Kota Tomohon. Setelah lebih dari satu abad menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di Sulawesi Utara, SD Katolik Santa Clara Tomohon mendapat kehormatan menerima kunjungan resmi Deputy Head of Mission Kerajaan Belanda, Adriaan Palm, Jumat (17/7).
Kunjungan tersebut menjadi istimewa karena Santa Clara merupakan sekolah yang didirikan oleh Kongregasi Societas Jesus Maria Joseph (JMJ) dan kini telah berusia 118 tahun, dengan sejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan Belanda.
Rombongan dipimpin langsung oleh Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk, S.H., didampingi Wakil Wali Kota Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., serta Kepala Suster Justien Tiwow, SJ.MJ. Kehadiran para tamu disambut hangat oleh ratusan siswa dan guru dengan suguhan budaya khas Minahasa berupa Tarian Kabasaran dan alunan Kolintang, yang menambah semarak suasana.
Kepala SD Katolik Santa Clara, Martha Sewow, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas kunjungan yang dinilai sebagai sejarah baru bagi sekolah yang dipimpinnya.
“Kunjungan Deputy Head of Mission Kerajaan Belanda merupakan kabar gembira sekaligus kehormatan besar bagi keluarga besar SD Katolik Santa Clara. Ini menjadi momentum berharga yang akan selalu kami kenang,” ujarnya.
Martha menjelaskan, seluruh warga sekolah telah mempersiapkan penyambutan secara maksimal. Berbagai dekorasi seperti bendera, balon, hingga suvenir khas Minahasa dipersiapkan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu kehormatan dari Kerajaan Belanda.
“Ini adalah hari yang sangat spesial, bukan hanya bagi sekolah, tetapi juga bagi masa depan pendidikan di Santa Clara. Kami berharap kunjungan ini menjadi awal lahirnya kerja sama yang lebih luas,” tambahnya.
Sementara itu, Adriaan Palm mengaku terkesan melihat bangunan bersejarah, suasana sekolah, serta semangat para siswa dan tenaga pendidik. Melalui penerjemah, ia menyampaikan harapannya agar hubungan yang terjalin dapat berkembang menjadi kerja sama yang berkelanjutan.
“Ini adalah kunjungan yang penting dan bermakna. Kami melihat potensi besar di sini dan berharap dapat menjalin kerja sama yang lebih erat di masa mendatang,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Wali Kota Tomohon Caroll Senduk menyampaikan apresiasi atas kehadiran Delegasi Kerajaan Belanda yang dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan persahabatan antara Pemerintah Kota Tomohon dengan Kerajaan Belanda, khususnya di bidang pendidikan dan pelestarian budaya.
Menurut Caroll, sejarah panjang SD Katolik Santa Clara menjadi warisan yang harus terus dijaga dan dikembangkan sebagai bagian dari identitas Kota Tomohon.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan ini. Semoga hubungan baik yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga membuka lebih banyak peluang kerja sama dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan pengembangan sumber daya manusia,” ujar Caroll.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi simbol eratnya hubungan sejarah yang kembali terhubung melalui dunia pendidikan. Semangat para siswa yang menyambut tamu dengan penuh percaya diri serta penampilan seni budaya Minahasa menjadi bukti bahwa SD Katolik Santa Clara terus berkomitmen melahirkan generasi yang berprestasi sekaligus mencintai budaya daerah.
Dengan usia yang telah mencapai 118 tahun, SD Katolik Santa Clara kembali menegaskan perannya sebagai salah satu sekolah bersejarah di Kota Tomohon yang terus berkembang mengikuti zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi pendidikannya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan