MANADO — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menunjukkan dukungan nyata terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan promosi pariwisata daerah dengan mengirimkan Kepala Dinas Pariwisata, Jein Barantian, pada Gala Premier film Free Wifi yang digelar di XXI Manado Town Square (Mantos), Rabu malam (22/7/2026).
Kehadiran pejabat daerah tersebut menjadi sinyal komitmen pemerintah daerah untuk mendorong perfilman lokal sebagai sarana promosi budaya dan destinasi wisata Sulawesi Utara.
Free Wifi, film bergenre komedi yang digarap oleh sineas lokal Sulawesi Utara, resmi tayang serentak di bioskop mulai 23 Juli 2026. Film ini tidak sekadar menawarkan hiburan, tetapi juga menampilkan pesona alam, tradisi, dan talenta lokal yang diharapkan dapat memperluas daya tarik pariwisata daerah melalui jangkauan layar lebar.
Pada acara gala premier, Jein Barantian menyampaikan apresiasi kepada seluruh kru produksi, pemain, dan produser atas kerja keras mereka. “Film merupakan salah satu instrumen yang sangat potensial dalam memperkenalkan destinasi wisata dan kekayaan budaya kepada khalayak yang lebih luas,” ujar Barantian.
Ia menambahkan harapan agar lebih banyak karya kreatif lahir dari daerah dan mampu menembus pasar nasional.
Jein menekankan pentingnya sinergi antara sektor pariwisata dan ekonomi kreatif—termasuk perfilman—sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing destinasi serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
Kolaborasi seperti ini, menurutnya, akan membuka peluang promosi yang lebih luas sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem kreatif di Minahasa Utara dan Sulawesi Utara pada umumnya.
Suasana gala premier berlangsung meriah dan penuh antusiasme, dihadiri para pemain, produser, sineas, pejabat daerah, serta masyarakat yang memadati bioskop. Kehadiran penonton yang besar menjadi indikator dukungan publik terhadap produksi lokal dan potensi film sebagai media promosi daerah.
Dengan dukungan melalui kehadiran pejabat daerah dan upaya penguatan kolaborasi antar-sektor, Pemkab Minahasa Utara menegaskan komitmennya untuk terus mendorong perkembangan industri kreatif sebagai pilar promosi pariwisata.
Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan eksposur destinasi Sulawesi Utara di kancah nasional, tetapi juga memberi manfaat ekonomi nyata bagi pelaku kreatif dan masyarakat setempat.(**)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan