Manado — RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado menegaskan komitmen peningkatan mutu pelayanan kesehatan dengan menyelenggarakan Ophthalmology Webinar Series 2026 – International Edition bertema “All About Diabetic Retinopathy: From Early Detection to Management” pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Kegiatan ini menghadirkan pertukaran ilmu antara pakar retina nasional dan internasional untuk merespons peningkatan kasus diabetes mellitus dan risiko kebutaan akibat komplikasinya.
Webinar resmi dibuka oleh Direktur Utama RSUP Kandou, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K)., FIHA., MARS, yang menekankan pentingnya pendidikan berkelanjutan dan kolaborasi global dalam menghadapi tantangan kesehatan mata terkait diabetes.
Dukungan penyelenggaraan datang dari Direktorat SDM, Pendidikan, dan Umum yang diwakili dr. Yune Laukati, MARS, serta Unit Pendidikan dan Pelatihan dengan Plt. Asisten Manajer Pelatihan Ns. Jimmy Kamagi, S.Kep.
Acara dipandu dr. Raul Christianus Zachawerus, S.Ked (Health Ambassador of North Sulawesi 2026), dengan sesi ilmiah dimoderatori Dr. dr. Ni Made Ari Suryathi, M.Biomed., Sp.M(K) dari RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar.
Empat pakar retina dari tiga negara menghadirkan materi komprehensif meliputi teknologi deteksi dini, terapi farmakologis, hingga penatalaksanaan bedah kasus lanjut:
Dr. dr. Gitalisa Andayani, Sp.M(K) (Kepala Divisi Vitreoretina RSCM Jakarta) membahas advanced retinal imaging dan strategi deteksi dini diabetic retinopathy.
Dr. dr. Ade John Nursalim, MM, MARS, Sp.M, ChM, FICS (Ketua Departemen Oftalmologi RSUP Kandou) mengupas strategi farmakologis dalam penatalaksanaan.
Dr. A. Syed Mohideen Abdul Khadar, M.B.B.S., M.S. (Aravind Eye Hospital, India) menjelaskan tantangan bedah pada diabetic retinopathy stadium lanjut.
Dr. Yuen Yew Sen, M.B.S., M.Med., FAMS (National University Hospital, Singapura) memaparkan pengelolaan kasus nyata (real-world) diabetic retinopathy.
Peserta webinar menerima pembaruan praktis mulai dari teknik pencitraan retina terkini, indikator deteksi dini, pilihan terapi intravitreal, hingga pendekatan bedah dan manajemen kasus kompleks berbasis bukti.
Diskusi kasus klinis dan sesi tanya jawab interaktif membuka peluang transfer praktik terbaik yang dapat diadopsi dalam layanan rumah sakit rujukan di Indonesia.
Penyelenggaraan ini merupakan bagian dari upaya RSUP Kandou memperkuat jejaring akademik internasional, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan oftalmologi, dan mendorong layanan yang inovatif serta berbasis bukti.
Dengan menghadirkan pemateri internasional, RSUP Kandou berharap terjalin kolaborasi berkelanjutan yang berdampak nyata pada pencegahan kebutaan akibat diabetes dan peningkatan kualitas pelayanan retina di tingkat nasional.
Melalui inisiatif seperti Ophthalmology Webinar Series 2026, RSUP Kandou menegaskan posisi sebagai pusat rujukan yang tak hanya menyelenggarakan layanan klinis, tetapi juga menjadi pusat pendidikan dan penelitian untuk mengurangi beban kebutaan terkait diabetic retinopathy di Indonesia.(*)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan