MINAHASA UTARA-Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah di Desa Kaima, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kaima ini bertujuan menstabilkan pasokan dan harga kebutuhan pokok sekaligus meredam tekanan inflasi akibat gangguan produksi pangan.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Minahasa Utara, Jofieta Supit, mengatakan program ini merupakan salah satu inisiatif Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin Lotulung untuk membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari warga.

“Tujuan yang pertama yaitu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari, kemudian yang kedua untuk stabilisasi harga dan pasokan pangan, dan yang ketiga yaitu menekan angka inflasi,” ujar Supit saat diwawancarai.

Supit menambahkan, kondisi cuaca ekstrem akibat fenomena El Niño telah berdampak pada produksi pertanian di beberapa wilayah, termasuk laporan gagal panen dari sebagian petani.

“Dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini, maka kebutuhan sehari-hari masyarakat dapat terpenuhi,” katanya.

Pemerintah daerah memberi subsidi sehingga harga sejumlah komoditas turun antara 10–50 persen, terutama untuk harga cabai.

Daftar komoditas dan harga jual pada pasar murah itu antara lain:
Beras premium: Rp56.000
Minyak goreng: Rp11.000
Gula pasir: Rp11.000
Telur ayam: Rp43.000
Terigu: Rp5.000
Cabe rawit: Rp50.000
Daging ayam: Rp25.500
Bawang merah: Rp25.000
Bawang putih: Rp15.000
Tomat: Rp9.000

Kegiatan di Desa Kaima dihadiri Camat Kauditan Filma Anthony, Hukum Tua Desa Kaima Sesca V. Koropit, dan warga setempat.

Penyelenggaraan pasar murah ini diharapkan dapat mengurangi beban rumah tangga dan menjaga stabilitas harga pangan lokal menjelang masa panen berikutnya.(jein)