MANADO,Liputan5.com – Inovasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dikembangkan insan pendidikan vokasi Sulawesi Utara berhasil menarik perhatian dunia. Tim TerraSight AI dari Politeknik Negeri Manado (Polimdo) sukses menembus babak final kompetisi internasional AI + Machinery di Xuzhou, China.
Keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian dalam kompetisi internasional, tetapi juga menjadi bukti bahwa perguruan tinggi vokasi daerah mampu menghasilkan inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri global.
Tim TerraSight AI mengembangkan sistem bertajuk “Automated Volumetric Progress Monitoring for Earthwork Operations”. Teknologi tersebut memanfaatkan kecerdasan buatan untuk melakukan pemantauan volume pekerjaan tanah secara otomatis.
Inovasi ini memiliki potensi penerapan pada sektor konstruksi dan pertambangan, terutama dalam meningkatkan efisiensi pemantauan pekerjaan lapangan, pengukuran progres, serta pengelolaan operasional alat berat.
Dalam kompetisi tersebut, Polimdo berhasil menempati peringkat ke-12 dunia dan menjadi satu-satunya wakil Sulawesi Utara yang lolos ke babak final.
Direktur Polimdo, Dra. Mereyke Alelo, MBA, menyampaikan kebanggaan atas capaian tim tersebut. Ia juga mengharapkan dukungan dan doa masyarakat Sulawesi Utara agar delegasi Polimdo mampu memberikan hasil terbaik dalam kompetisi tingkat dunia.
Indonesia sendiri berhasil meloloskan empat tim ke babak final, masing-masing dari PT Gaya Makmur Tractors, Politeknik Negeri Banyuwangi, President University, dan Politeknik Negeri Manado.
Mereka akan bersaing dengan inovator dari sejumlah negara, termasuk Hong Kong, Austria, Turki, Inggris, Jerman, Australia, dan Uzbekistan.
Untuk menghadapi tahap penentuan, Polimdo menyiapkan dua perwakilan tim yang dijadwalkan bertolak ke Xuzhou, China, pada 29 Oktober 2026 guna mengikuti presentasi final secara langsung.
Prestasi ini sekaligus memperlihatkan pentingnya pengembangan riset terapan di lingkungan perguruan tinggi vokasi. Integrasi teknologi AI dengan kebutuhan industri menjadi salah satu ruang inovasi yang dapat dikembangkan mahasiswa dan tenaga akademik.
Keberhasilan TerraSight AI diharapkan menjadi motivasi bagi sivitas akademika Polimdo untuk terus menghasilkan karya inovatif yang tidak hanya bermanfaat bagi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan