LIPUTAN15.COM, BOLMUT – Ada satu peristiwa yang bikin saya harus mengigat kembali kejadian waktu itu.
Tentang lubang jalan yang ternyata bisa menjadi petunjuk untuk menemukan alamat yang dicari.
Kejadian itu dimulai dari sebuah tongkrongan di pinggir jalan.
Tepatnya di jalan Mokapog, Desa Sonuo – Ollot Satu, Kecamatan Bolangitang Barat, Kab. Bolmut.
Jalan yang saat ini banyak masyarakat ketahui dipenuhi lubang.
Mulai dari lubang kecil hingga yang sudah menganga.
Jalan rusak ini sebenarnya bukan hanya milik Sonuo – Ollot.
Jalan ini hanyalah satu contoh kecil dari jalan-jalan rusak lainnya di Bolmut.
Kembali ke cerita awal, dari gubuk kecil, dibawah pohon kersen, kami lagi asik bercerita.
Tiba-tiba datang salah satu masyarakat menghampiri untuk menanyakan alamat.
Sebagai anak yang tumbuh dan besar di Desa ini, saya sedikit punya ingatan tentang alamat ybs cari.
Tapi kemudian, salah satu dari orang kami langsung berdiri memberitahukan sembari menunjuk ke alamat yang dicari.
Menariknya, ada yang berbeda dari biasanya, tidak dengan petunjuk sesudah rumah atau tokoh-dll.
Melainkan lubang besar yang menganga dialamatkan sebagai petunjuk.
“Disana dek, sesudah lubang besar pertama yang mo dapa (ketemu,red), disitu depe rumah (alamat rumahnya),” ujar orang tua yang sudah beramput putih itu.
Dengan bermodalkan sebuah lubang yang diberitahukan, pria yang mengenderai kenderaaan roda dua itu akhirnya meningalkan kami.
Ceritapun selesai!
Dari peristiwa pendek itu, ada satu pelajaran yang bisa menjadi pengingat; terkadang selain jalan rusak dapat membahayakan__jln rusak pun bisa menjadi kompas bagi pencari alamat.
Tapi semoga jalan berlubang di sepanjang jalan Sonuo – Ollot Satu tersebut bukan hanya dilihat dari isi cerita pendek diatas.
Sebab, jalan ini merupakan satu-satunya pintu masuk menuju tempat wisata, Naulas Resort yang ada di Desa Paku Selatan.
Kerusakannya cukup panjang.
Jika harus berkaca pada jumlah tiang PLN untuk menentukan panjang kerusakan.
Saya sudah berusaha menghitungnya.
Jumlahnya 38 tiang dari titik nol kerusakan.
Jika dalam jarak satu tiang PLN ke tiang satunya 50 meter, maka diperkirakan jarak jalan rusak ini berkisar ribuan meter atau 1 kilo lebih.
Semoga catatan ini bisa menjadi pengigat bagi setiap pemangku kepentingan.
Baik kepada Plt. Bupati Aditya Pontoh yang merupakan icon Bolangitang, juga kepada 3 (tiga) anggota dewan yang lahir dan dibesarkan di desa tersebut.
Mereka adalah Djoni Patiro (Golkar), Ramjan Sune (PPP) komisi I (satu), dan Donal Lamunte (PKB) di komisi III.
Masih ada waktu untuk semuanya, termasuk perjuangan memperbaiki jalan tersebut.
Bila harus melihat ke belakang, jalan rusak ini banyak menyimpan luka.
Mungkin bagi pengendara roda empat (mobil) jalan berlubang di sepanjang jalan Sonuo – Ollot belum seberapa parah.
Namun menjadi berbeda ketika jalan ini banyak dilalui penguna roda dua (motor).
Saya sudah banyak mendengar dan melihat langsung simbol dari kekecewaan mereka tentang jalan rusak ini.
Ada yang rela mengocek dana pribadi dengan menutupi lubang dengan timbunan.
Ada pula yang harus membeli semen untuk menempel lubang-lubang tersebut.
Lebih ironi, jalan ini sudah banyak menelan korban akibat menghindari lubang yang sudah menganga itu.
Dua teman terdekat saya pernah menjadi korbannya, keduanya harus dilarikan ke rumah sakit karena luka parah.
Seorang ibu-ibu dalam sebuah group facebook Lintas Peristiwa Bolmut (LPB) juga pernah mengabadikan insiden yang sama.
Lalu pemerintah menunggu apa lagi?
Padahal harapan masyarakat hanya satu: diperbaiki.
Nvg.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan