MINUT-Dalam meningkat kesejahteraan masyarakat nelayan di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Bupati Dr. Joune Ganda kembali berhasil melobi proyek yang berbandrol kurang lebih Rp 25 miliar.
Proyek yang berlabel “Kampung Nelayan” pekerjaan fisiknya tersebar di Tiga Kecamatan yakni Kema, Likupang Timur dan Likupang Barat dan terpusat di Lima Desa yaitu Kema III, Bulutui, Gangga II, Kampung Ambong, dan Kahuku.
Kepala Dinas Kelautan Kabupaten Minut, Jack Paruntu menyampaikan ucapan syukur kepada Tuhan, sehingga melalui usaha dan kerja keras Bupati JG ,sehingga kita boleh menerima proyek ini.
“Proyek Kampung Nelayan ini, berupa pembangunan sejumlah objek vital dalam menunjang peningkatan kesejahteraan para nelayan di antaranya ; Tambatan Perahu, Gudang Beku, Pabrik Es, serta Area docking perahu dan nantinya pengelolaan “Kampung Nelayan” akan terintegrasi dengan pengembangan pariwisata wilayah pesisir,” ucap Kadis.
Lanjut dikatakannya, konsep Bupati JG untuk memadukan pengelolaan perikanan dengan pengembangan sektor pariwisata merupakan salah satu upaya tak kenal lelah membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat daya tarik wisata daerah.
“Pak Bupati ingin agar desa wisata yang sudah eksis saat ini seperti Budo, Darunu, Palaes dan beberapa desa lainnya, boleh semakin dikembangkan sehingga wisatawan tidak hanya menikmati keindahan pesisir dan laut, tetapi juga dapat mengenal secara langsung kehidupan nelayan, proses penangkapan ikan, hingga pengolahan hasil laut,” ungkapnya sembari menyebutkan, konsep ini ke depan akan menjadikan masyarakat pesisir sebagai roda penggerak ekonomi.
Lebih jauh, ia menyebutkan, dengan pendekatan berbasis komunitas, Bupati JG yang juga adalah Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulut ini berharap masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga berperan sebagai pelaku utama dalam pengelolaan hasil laut serta kawasan wisata.
“Konsep ini pada akhirnya diharapkan mampu menciptakan kawasan pesisir yang produktif, tertata, dan berdaya saing, dengan tetap mempertahankan karakter kampung nelayan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat lewat pengembangan UMKM, yang tentu juga berkolaborasi dengan Koperasi Merah Putih,” tutupnya.
Sekadar diketahui, pembangunan fisik proyek ‘Kampung Nelayan’ sudah mulai bergulir bulan September kemarin sehingga ditargetkan tuntas akhir tahun ini. (**/Jein)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan