TOMOHON – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah (Disdikbud) Kota Tomohon mengimbau siswa yang terdampak kebakaran di kawasan Gunung Lokon untuk tidak memaksakan diri mengikuti pembelajaran tatap muka apabila mengalami gangguan kesehatan, terutama gangguan pernapasan akibat asap.

Kepala Disdikbud Kota Tomohon, Dr. Juliana Dolvin Karwur, M.Kes., M.Si., menegaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama. Siswa yang merasa tidak sehat dapat mengikuti proses belajar secara daring dari rumah hingga kondisinya membaik.

Imbauan itu menyusul kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Gunung Lokon sejak Selasa (13/10/2026). Kebakaran dilaporkan meluas hingga area puncak dan kawah, dengan sekitar 300 hektare lahan terdampak, sehingga warga di sekitar lereng diimbau mewaspadai paparan asap.

Pembelajaran tetap berjalan
Karwur menjelaskan, kebijakan pembelajaran daring tidak dimaksudkan untuk menghentikan kegiatan belajar, melainkan sebagai langkah adaptif agar siswa tetap dapat mengikuti materi tanpa mengorbankan kesehatan.

“Siswa yang mengalami gangguan kesehatan, khususnya pernapasan, diimbau tidak memaksakan diri hadir ke sekolah. Mereka dapat belajar dari rumah sampai kondisi kesehatan membaik,” ujar Karwur.
Langkah tersebut terutama ditujukan bagi siswa yang berdomisili atau beraktivitas di sekitar kawasan Gunung Lokon, yang berpotensi terpapar asap dan partikel hasil kebakaran.

Seluruh guru dan siswa di Kota Tomohon juga diimbau menggunakan alat pelindung diri, khususnya masker, selama beraktivitas di sekolah maupun di luar ruangan. Langkah ini diharapkan mampu menekan risiko paparan asap terhadap saluran pernapasan.

Pihak sekolah diminta aktif memantau kondisi kesehatan peserta didik, memberikan perhatian khusus kepada siswa yang mengeluhkan sesak, batuk, iritasi mata, atau keluhan lain, serta memfasilitasi pembelajaran daring bagi mereka yang membutuhkan.

Kolaborasi orang tua dan sekolah
Disdikbud juga mengajak orang tua, masyarakat, dan sekolah bekerja sama mengawasi kondisi kesehatan anak-anak, terutama di wilayah yang berdekatan dengan lokasi kebakaran. Orang tua diharapkan segera menindaklanjuti keluhan kesehatan anak dan tidak memaksa mereka tetap bersekolah.

Dengan langkah tersebut, pemerintah Kota Tomohon berharap proses pendidikan tetap berjalan, sementara risiko kesehatan akibat asap kebakaran Gunung Lokon dapat ditekan seminimal mungkin.(*)