TOMOHON, SULUT — Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk turun langsung memantau kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Lokon, Selasa (13/10/2026).

Ia didampingi Tim Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kota Tomohon, Kapolres Tomohon, serta unsur TNI dalam upaya koordinasi penanganan api yang melanda kawasan konservasi tersebut.

Kebakaran dilaporkan pertama kali terjadi sekitar pukul 08.30 WITA. Wali Kota Caroll Senduk kemudian tiba di titik pemantauan sekitar pukul 13.30 WITA untuk melihat langsung kondisi lapangan, sekaligus memastikan langkah penanganan yang ditempuh aparat gabungan.

Kehadiran Pemerintah Kota Tomohon bersama Satgas Karhutla, Polri, dan TNI menjadi bagian dari koordinasi lintas sektor dalam menghadapi kebakaran tersebut. Fokus utama pihak terkait adalah mengendalikan penyebaran api, memantau arah perambatan, serta menentukan langkah penanganan lanjutan di medan pegunungan yang menantang.

Berdasarkan informasi dari Resort Cagar Alam Gunung Lokon, hingga pukul 13.00 WITA lebih dari 100 hektare dari total kawasan cagar alam seluas sekitar 720 hektare dilaporkan terbakar. Api diketahui bergerak ke arah utara, di sekitar kawasan Batu Licin, dan berpotensi meluas mengikuti arah angin.

Kondisi vegetasi yang kering serta tiupan angin kencang diduga mempercepat perambatan api di kawasan pegunungan. Oleh karena itu, pemantauan lapangan dan koordinasi antarlembaga dinilai penting untuk mengantisipasi api menjalar lebih luas serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Pemerintah Kota Tomohon mengimbau warga, khususnya yang berada di sekitar lereng Gunung Lokon, untuk tetap waspada terhadap potensi meluasnya kebakaran dan paparan asap. Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api, seperti membakar lahan, serta segera melaporkan penemuan titik api kepada aparat atau pihak berwenang.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas gabungan yang melibatkan Polres Tomohon, TNI, pemerintah kota, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta warga terus berupaya mengendalikan api dan memantau perkembangan situasi di lapangan.(*)