Gaghana-Hontong Ikut Outbond, Kampung Utaurano Ditetapkan Jadi Kampung Wisata

0
512

LIPUTAN15,SANGIHE–Acara Outbond Leadership Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dilaksanakan di Kampung Utaurano, Kecamatan Tabukan Utara. Kegiatan tersebut diikuti Bupati Kabupaten Sangihe Jabes E. Gaghana dan Wakil Bupati Helmud Hontong serta staf ahli Kemendagri Bidang Aparatur Pelayanan Publik Dr. Drs. Yusharto H,M.Pd dan Regional Economic dan staf Khusus Menteri Keuangan RI Noldy Tuerah, Ph.D serta para pejabat eselon II dan III dilingkungan pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Acara ini diawali dengan melakukan tracking dari pintu masuk kampung dengan mengelilingi separuh Kampung Utaurano dan dilanjutkan dengan pendeklarasian Kampung wisata oleh kepala Kampung Utaurano.

Bupati dan Wakil Bupati serta para peserta outbond berkesempatan merasakan beberapa permainan yang disediakan Kampung Utaurano mulai dari permainan tradisional hingga yang memacu adrenalin.

Bupati Jabes E. Gaghana mengatakan, hal ini harus dilaksanakan dan dikembangkan sehingga berdampak baik bagi kampung dan semoga kedepan kampung ini akan menjadi tempat tujuan masyarakat untuk berlibur.

“Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan tadi bagus, guna menguji kekompakan dan kerjasama team, dan kegiatan ini harus didorong dan dikembangkan sehingga kedepan ada satu kampung yang bisa menjadi tujuan untuk masyarakat berwisata alam sekaligus berekreasi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Utaurano Herdyanto Takapulungan berharap dengan ditetapkannya Kampung Utaurano sebagai kampung wisata air maka akan berdampak bagi perekonomian masyarakat dan Utaurano akan menjadi tujuan wisata.

“Dengan ditetapkanya Utaurano menjadi desa wisata air maka kiranya akan mengangkat nama Kampung Utaurano sehingga tidak dikenal hanya dengan hasil pertaniannya dan sayur organik tetapi juga dengan wisata alam,” tutupnya.

Pada acara tersebut dilaksanakan pasar rakyat, yang diselenggarakan oleh BUMDes, dan untuk berbelanja masyarakat harus menukarkan kupon dengan uang tunai di bank desa, karena transaksi di pasar rakyat tidak memakai uang tunai melainkan kupon. (Arno)

"/>

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here