Stasiun PSDKP Tahuna kembali menangkap satu buah kapal Perikanan Asing jenis Pamboat.

0
130

Sangihe, РKapal Perikanan (KP) Hiu 15, milik Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan (PSDKP) Tahuna, berhasil  menangkap satu kapal perikanan asing asal negara tetangga Filipina, yang memiliki 5 orang Anak Buah Kapal (ABK).Penangkapan ikan secara illegal ini terjadi di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia.

Kepala PSDKP Tahuna Johanis R Madea menjelaskan, jadi KP Hiu 15 berhasil menangkap kapal perikanan asing asal Filipina. Dimana, kapal tersebut melakukan illegal fishing di perairan laut Indonesia.

” Terdeteksi awal ada kegiatan di perairan kita khususnya perairan sangihe dari pusdal dari sistim pemantauan pusat kementrian kelautan, dan kami diperintakan untuk bergerak dan ditemukan benar ada kegiatan penangkapan ikan secara ilegal,¬† yang menggunakan 1 unit kapal perikanan asing jenis pamboat, milik nelayan asal Fhilipina dan ketika ditemukan sementara melakukan penangkapan ikan di perairan Indonesia, jelas MedeaRabu (17/6).

Dia menjalsakan, penangkapan kapal ikan asing ini berada pada posisi 85 mil dari teluk Tahuna. Dengan dugaan awal, kepal perikanan asing ini tidak memiliki dokem lengkap untuk melakukan penangkapan ikan. Tetapi mereka memiliki dokumen kebangsaan Filipina.

“Dari hasil penangkapan, para pelaku penangkapan ikan ini akan dikenakan pasal 92 dan 93 Undang-Undang (UU) Perikanan nomor 45 tahun 2009, tentang perikanan. Karena kapal tersebut melakukan penangkapan ikan tanpa melengkapi dokumen SIPI dan SIUP,” jelasnya.

Dia menambahkan, ke lima orang warga negara Filipan tersebut juga dilakukan pemeriksaan rapid tes, sesuai prosedur kesehatan.

“Beruntung, setelah dilakukan rapid tes, kelima orang tersebut non reaktif rapid tes,” tambahnya.

Sementara itu Capten KP Hiu 15 Hendro Andaria menjelaskan kronologi penangkapan, pihaknya bertolak dari pelabuan Tua Tahuna, Selasa (16/6) sekitar pukul 22.00 Wita. Menuju ke arah utara Tahuna.

“Kemudian kami sisir ke wilayah perbatasan dibawah pulau Saranggani Filipina, deteksi awal kami melihat kegiatan yang mencurigakan, saat kami mendekat para nelayan asing ini sedang melakukan penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan Indonesia,” tandasnya.

"/>

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here